Sri Mulyani resmi mundur dari jabatan Menteri Keuangan pada 9 September 2025. Dalam pidato perpisahan, ia menyampaikan pesan terakhir kepada penerusnya, Purbaya Yudhi Sadewa, dan meminta agar ruang privasinya sebagai warga negara biasa dihormati. (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)

Sri Mulyani Indrawati resmi menutup masa jabatannya sebagai Menteri Keuangan pada Selasa pagi, 9 September 2025. Upacara serah terima jabatan (sertijab) berlangsung di Aula Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, dengan Purbaya Yudhi Sadewa dilantik sebagai penggantinya.

Dalam pidato perpisahan, Sri Mulyani menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya selama hampir satu dekade mengelola keuangan negara. Ia juga mengakui banyak tantangan yang dihadapi, mulai dari disrupsi teknologi digital hingga dinamika geopolitik global.

“Merupakan suatu kehormatan dan privilege atau keistimewaan bagi saya, yang diberikan kepercayaan, tugas untuk mengabdi dan berbakti bagi bangsa dan negara Indonesia,” ujarnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga memohon maaf atas segala kekurangan selama menjabat. 

“Tidak ada gading yang tak retak, tidak ada manusia yang sempurna. Dalam menjalankan amanah, pasti ada kekurangan dan kekhilafan. Untuk itu, dengan rendah hati saya memohon maaf,” kata Sri Mulyani.

Ia meminta agar ruang privasinya sebagai warga negara biasa dihormati.

“Saya pamit undur diri pada pagi hari ini. Mulai saat ini, mohon hormati ruang privasi saya sebagai warga negara biasa,” tambahnya.

Pergantian Sri Mulyani dengan Purbaya Yudhi Sadewa dilakukan melalui reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 September 2025, berdasarkan Keputusan Presiden No. 86P/2025. Istana menegaskan bahwa perubahan ini merupakan hak prerogatif presiden setelah evaluasi kinerja.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan, “Pergantian menteri adalah bagian dari evaluasi rutin pemerintahan. Tidak ada istilah pengunduran diri atau pemecatan.”

Purbaya Yudhi Sadewa merupakan ekonom lulusan ITB dan meraih gelar doktor ekonomi dari Purdue University, Amerika Serikat. Ia menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 2020, serta pernah menjadi Deputi di Kantor Staf Presiden.

Dalam sambutan usai sertijab, Purbaya menyebut akan melanjutkan kebijakan fiskal dengan menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan. Ia menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6% dalam waktu dekat.

“Jalankan dan lanjutkan tugas dengan amanah, profesional, kompeten, dan selalu jaga integritas. Bantu pimpinan yang baru, serta terus melaksanakan tugas dengan dedikasi,” pesan Sri Mulyani kepada Purbaya.

Pergantian menteri keuangan ini memicu beragam respons. Di media sosial, kabar mundurnya Sri Mulyani menjadi salah satu topik terpopuler. Sementara di pasar keuangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat melemah setelah pengumuman reshuffle.

Sri Mulyani meninggalkan pesan khusus kepada jajaran Kementerian Keuangan agar tetap menjaga peran sebagai pilar stabilitas fiskal. 

“Semoga Kementerian Keuangan tetap menjadi instrumen penting untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.