![]() |
| Kendaraan lapis baja yang hancur di tengah puing-puing bangunan yang rusak parah. | Freepik |
Ukraina memasuki fase perang yang semakin rumit. Setelah empat tahun pertempuran dan puluhan ribu korban, Kyiv menghadapi kenyataan bahwa ruang manuver militer, diplomasi, dan ekonomi menyempit. Banyak indikator strategis menunjukkan tekanan yang meningkat, mulai dari melemahnya pasokan senjata Barat hingga kelelahan publik.
Dalam konteks inilah muncul pertanyaan seberapa besar kemampuan Ukraina untuk mempertahankan perang ketika tenaga, uang, dan waktu kian menipis.
Sejak Donald Trump menyatakan bahwa ia dapat mengakhiri perang “dalam 24 jam”, pembahasan mengenai jalur diplomasi kembali muncul. Namun, berdasarkan laporan Al Jazeera, pernyataan tersebut tidak diikuti dengan kapasitas nyata untuk menekan Moskwa.
Sanksi yang cukup keras untuk mengguncang Rusia dipandang akan berdampak pula pada ekonomi Barat, sementara opsi intervensi militer langsung sejak awal dianggap tidak realistis oleh NATO karena risiko eskalasi. Akibatnya, tidak ada perubahan signifikan terhadap posisi dasar aliansi—mendukung Ukraina, tetapi tanpa konfrontasi langsung dengan Moskwa.
Kondisi itu membuat Ukraina berperang dalam pola yang sama selama bertahun-tahun. Di satu sisi, Rusia memanfaatkan waktu untuk mengatur ulang sumber daya dan mempertahankan keunggulan demografis serta industri. Di sisi lain, jalur diplomasi tidak menghasilkan kemajuan. Amerika Serikat telah mengedarkan versi revisi kerangka perdamaian yang lebih moderat setelah berkonsultasi dengan Kyiv dan mitra Eropa.
Namun, Moskwa tetap pada tuntutan konsesi teritorial dan penarikan pasukan Ukraina, sementara Kyiv bersikeras mempertahankan seluruh wilayahnya. Menurut laporan tersebut, perbedaan keduanya tetap terlalu jauh untuk disatukan.
Di tengah kebuntuan itu, bantuan militer Amerika Serikat mengalami penurunan tajam. Banyak pejabat menyebut keterlambatan anggaran pertahanan dan dinamika internal Washington sebagai faktor.
Di lapangan, dampaknya langsung terasa. Pasokan amunisi menyusut, sistem pertahanan udara semakin terbatas, dan kemampuan Ukraina untuk menahan serangan drone maupun rudal menjadi lebih rapuh.
Calon Menteri Pertahanan AS Austin Dahmer menyatakan bahwa ia tidak mengetahui adanya penghentian bantuan, namun catatan lapangan menunjukkan penurunan signifikan dalam pengiriman peralatan utama.
Eropa berupaya menutup kekurangan tersebut, tetapi kapasitas mereka dibatasi oleh produksi industri pertahanan yang berjalan lambat. Menurut data Al Jazeera, dari miliaran euro yang telah diumumkan sebagai komitmen, realisasi pengiriman masih jauh di bawah kebutuhan Kyiv. Negara-negara anggota juga memprioritaskan persenjataan domestik sebelum mengirimkan pasokan ke Ukraina.
Rencana menggunakan aset Rusia yang dibekukan untuk menjamin pinjaman hingga 140 miliar euro masih terhambat oleh kehati-hatian sejumlah negara penyimpan cadangan tersebut.
Di sisi lain, Ukraina meningkatkan produksi dalam negeri, tetapi kapasitasnya belum sebanding dengan kebutuhan perang panjang. Proses pengadaan juga menghadapi tantangan internal. Investigasi terhadap sejumlah aktor bisnis menunjukkan adanya dugaan korupsi dalam kontrak besar, menambah beban pada sistem yang sudah kekurangan sumber daya. Kyiv berupaya menutup celah-celah ini, namun kebutuhan taktis terus meningkat seiring intensitas pertempuran.
Secara sosial dan demografis, tekanan juga berat. Populasi Ukraina menurun dari lebih dari 50 juta pada awal kemerdekaan menjadi sekitar 31 juta pada awal 2025.
Tingkat kelahiran tetap rendah, sementara tingkat kesuburan mendekati satu anak per perempuan. Menurut catatan resmi, jaksa Ukraina telah membuka lebih dari 255.000 kasus ketidakhadiran tanpa izin dan lebih dari 56.000 kasus desersi sejak 2022. Dalam sepuluh bulan pertama 2025 saja, tercatat 162.500 kasus AWOL dan 21.600 desersi. Di bulan Oktober, lebih dari 21.000 tentara meninggalkan dinas, angka tertinggi sejak perang dimulai.
Data tersebut menggambarkan menurunnya moral dan tekanan psikologis yang semakin besar. Kelelahan perang memengaruhi banyak keluarga, dengan peningkatan perceraian dan perpindahan penduduk. Di banyak daerah, mobilisasi baru menghadapi resistensi karena masyarakat merasa tidak ada kepastian arah perang. Situasi ini menempatkan Ukraina pada dilema strategis yang sulit.
Dalam analisis sejumlah lembaga, terdapat tiga pilihan utama yang kini mengemuka. Pertama, menerima persyaratan Moskwa, yang berarti mempertahankan negara tetapi kehilangan wilayah dan menghadapi risiko kerentanan jangka panjang.
Kedua, melakukan restrukturisasi besar pada kepemimpinan politik dan militer, termasuk membangun ulang mekanisme mobilisasi dan mengubah model perang.
Ketiga, mempertahankan status quo dengan melanjutkan operasi presisi terhadap target Rusia sambil menunggu perubahan internal di Moskwa. Berdasarkan laporan Al Jazeera, pilihan ketiga kini tampak sebagai jalur yang ditempuh Kyiv, meski efektivitasnya terus dipertanyakan.
Di sisi keuangan, tekanan juga meningkat. Ukraina menghadapi defisit anggaran besar dan tingkat utang publik yang mendekati 100% PDB. Dukungan Uni Eropa belum stabil, sementara beberapa negara belum menyetujui pelepasan aset Rusia yang dibekukan.
Tantangan ekonomi Eropa, termasuk kekhawatiran inflasi, membuat keputusan politik semakin sulit diambil. Ketidakpastian dukungan AS juga menambah dimensi risiko dalam pembiayaan perang jangka panjang.
Di tengah dinamika tersebut, banyak analis melihat bahwa Kyiv menghadapi kebutuhan mendesak untuk membuat keputusan besar. Setiap opsi memiliki konsekuensi strategis yang luas, dan ruang negosiasi semakin sempit seiring waktu. Sejauh ini, belum ada sinyal bahwa Moskwa mengurangi tuntutannya. Jika tekanan berlanjut, pilihan yang tersedia bagi Kyiv dapat semakin terbatas.
Situasi ini membuat arah perang tetap terbuka. Berbagai faktor mulai dari kecepatan produksi senjata Eropa, dinamika politik di Washington, hingga kondisi sosial di Ukraina akan mempengaruhi perkembangan berikutnya. Dalam kondisi kehabisan tenaga, uang, dan waktu, ruang keputusan Kyiv bergantung pada bagaimana seluruh elemen tersebut bergerak dalam beberapa bulan ke depan.

0Komentar