Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan China dan Rusia agar tidak memasok senjata ke Iran. Peringatan itu disampaikan setelah Trump mengaku telah menerima jaminan langsung dari Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa kedua negara tidak akan mengirimkan perlengkapan militer ke Teheran.
Melalui unggahan di platform Truth Social pada Jumat, Trump mengatakan Xi dan Putin telah menyampaikan komitmen tersebut dalam percakapan pribadi dengannya. Ia juga mengancam akan ada konsekuensi bila janji itu dilanggar.
"Dua negara besar yang kadang disebut-sebut orang dalam kaitannya dengan Iran ternyata tidak terlibat dalam hal ini, menurut saya," tulis Trump. Ia menambahkan, jika China atau Rusia tetap memasok senjata ke Iran, "itu akan sangat buruk bagi mereka."
Pernyataan terbaru Trump mengulang klaim yang pernah ia sampaikan saat kunjungan kenegaraan ke Beijing pada Mei lalu. Ketika itu, Trump mengatakan Xi telah berkomitmen untuk tidak mengirimkan perlengkapan militer ke Iran.
"Ia menyatakan bahwa ia tidak akan menyediakan pasokan militer. Itu adalah pernyataan yang sangat penting," kata Trump kepada Fox News.
Pada Juni, Trump juga sempat menyampaikan apresiasi kepada Xi dan Putin karena dinilainya tetap "sepenuhnya netral" dalam konflik yang melibatkan Iran. Menurutnya, kedua pemimpin itu "bisa saja mempersulit banyak hal bagi kami."
Peringatan Trump muncul ketika komunitas intelijen AS masih menyelidiki kemungkinan adanya dukungan Rusia terhadap kemampuan serangan Iran.
Laporan Reuters pada 22 Juli menyebut serangan drone Iran terhadap fasilitas CIA di kawasan Teluk memicu penyelidikan mengenai kemungkinan Rusia memberikan informasi penargetan maupun teknologi drone canggih kepada Teheran.
Empat sumber yang mengetahui proses penyelidikan tersebut mengatakan para analis intelijen AS belum mencapai kesimpulan akhir. Namun, sebuah memo intelijen Barat disebut menyimpulkan bahwa Rusia "kemungkinan besar telah memainkan peran" dalam penargetan fasilitas CIA di kawasan itu.
Meski demikian, klaim Trump mengenai janji Xi dan Putin juga belum dapat diverifikasi secara independen.
Awal tahun ini, sejumlah laporan menyebut Iran bergerak memperkuat kemampuan militernya setelah konflik awal dengan AS. Teheran disebut memesan pesawat tempur dari Rusia serta prekursor rudal balistik dari China.
Kremlin membantah laporan tersebut pada Maret. Pemerintah Rusia menyatakan Iran tidak pernah mengajukan permintaan pasokan senjata dan menegaskan kebijakan Moskwa terhadap Teheran tidak berubah.
Trump sebelumnya juga mengancam akan mengenakan tarif sebesar 50% terhadap negara mana pun yang terbukti memasok senjata ke Iran. Ancaman itu disampaikan pada April dan secara eksplisit menyebut China.
Di tengah meningkatnya ketegangan, AS masih melancarkan serangan harian terhadap sasaran militer Iran. Upaya gencatan senjata belum menunjukkan kemajuan, sementara Trump memberi sinyal belum siap membuka perundingan.

0Komentar