Petugas koperasi memeriksa stok kebutuhan pokok yang dijual di Koperasi Kelurahan (Kopkel) Merah Putih Banyuanyar, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Jumat (22/8/2025). (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/foc)
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mencatat nilai transaksi Rp56,71 miliar dari 53.880 transaksi hingga 14 Juli 2026 pukul 11.45 WIB. Berdasarkan data Simkopdes, pupuk bersubsidi menjadi komoditas dengan nilai transaksi terbesar.

NPK Phonska memimpin dengan nilai transaksi Rp15,09 miliar, disusul Urea N 46% sebesar Rp11,27 miliar. Secara gabungan, kedua produk tersebut menyumbang lebih dari Rp26 miliar atau hampir setengah dari total nilai transaksi Kopdes Merah Putih.

Minyak goreng menjadi kelompok komoditas terbesar berikutnya. Bimoli 2 liter mencatat transaksi Rp3,63 miliar, sedangkan Sunco pouch 2 liter sebesar Rp505,99 juta. Sementara itu, beras medium SPHP 5 kilogram dan jenis beras lainnya mencatat transaksi gabungan lebih dari Rp3,5 miliar.

LPG 3 kilogram, gula kemasan 1 kilogram, dan rokok filter juga masuk dalam daftar sepuluh komoditas dengan nilai transaksi terbesar. Di luar itu, kelompok barang lainnya mencatat nilai transaksi agregat Rp7,93 miliar.

Barang dengan nilai transaksi tertinggi

Nilai transaksi per komoditas di Kopdes Merah Putih, data per 14 Juli 2026
i Klik atau arahkan kursor ke batang grafik untuk melihat detail
Sumber: Simkopdes, data per Juli

Jika dikelompokkan berdasarkan kategori, pupuk menjadi penyumbang terbesar nilai transaksi sepuluh komoditas teratas dengan porsi lebih dari 60 persen. Minyak goreng menempati posisi kedua, diikuti beras, sedangkan LPG, gula, dan rokok hanya memberikan kontribusi relatif kecil.

Komposisi tersebut menunjukkan aktivitas Kopdes Merah Putih saat ini masih didominasi kebutuhan sektor pertanian, diikuti kebutuhan pokok rumah tangga.

Komposisi transaksi berdasarkan kategori

Proporsi nilai transaksi sepuluh komoditas teratas Kopdes Merah Putih
i Klik atau arahkan kursor ke bagian grafik untuk melihat detail
Sumber: Simkopdes, dihitung dari sepuluh komoditas teratas

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengatakan Kopdes Merah Putih akan dikembangkan bukan hanya sebagai koperasi simpan pinjam, melainkan pusat layanan ekonomi desa. Fungsinya mencakup penyedia sembako, apotek desa, layanan logistik, hingga cold storage untuk menyimpan hasil panen.

Pemerintah juga menyiapkan dukungan berupa bunga kredit ultra mikro sebesar 8 persen per tahun dan perekrutan 30.000 manajer Kopdes Merah Putih. Ke depan, koperasi ini diharapkan menjadi off-taker hasil pertanian dan perikanan sekaligus memperkuat perekonomian desa.