Presiden FIFA Gianni Infantino mengangkat topi Amerika Serikat saat menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Institut Perdamaian pada 19 Februari 2026 di Washington, DC. | AFP/CHIP SOMODEVILLA

Presiden FIFA Gianni Infantino dilaporkan ke Komisi Etik Komite Olimpiade Internasional (IOC) setelah dituduh melanggar prinsip netralitas politik terkait campur tangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam kasus suspensi pemain Piala Dunia 2026. 

Pengaduan itu diajukan organisasi olahraga dan hak asasi manusia berbasis di London, FairSquare, yang menilai hubungan Infantino dengan Trump telah berulang kali melampaui batas netralitas yang diharapkan dari pemimpin federasi sepak bola dunia.

FairSquare mengumumkan pada Rabu bahwa mereka akan mengajukan pengaduan resmi kepada Komisi Etik IOC. Langkah tersebut muncul sehari setelah Presiden IOC Kirsty Coventry mengatakan kepada wartawan bahwa belum ada laporan yang diterima mengenai dugaan pelanggaran oleh Infantino.

Inti pengaduan berkaitan dengan kasus striker Amerika Serikat Folarin Balogun pada Piala Dunia 2026. Balogun menerima kartu merah saat tim tuan rumah bersama itu menang 2-0 pada babak 32 besar sehingga dijatuhi larangan bermain satu pertandingan.

Menurut The Athletic, Trump kemudian menelepon Infantino dan meminta FIFA meninjau kembali hukuman tersebut. Komite disiplin independen FIFA akhirnya menemukan mekanisme untuk menangguhkan sanksi itu, membuat Balogun tetap bisa tampil pada laga babak 16 besar melawan Belgia.

Keputusan tersebut memantik protes dari Belgia. Asosiasi sepak bola negara itu mengaku "terkejut" karena pemain yang semula menjalani hukuman justru dinyatakan memenuhi syarat untuk bermain.

Bagi FairSquare, ini bukan kali pertama kedekatan Infantino dengan Trump dipermasalahkan. Pada Desember 2025, organisasi tersebut lebih dulu mengajukan pengaduan kepada Komite Etik FIFA atas dugaan keberpihakan politik setelah Infantino memuji Trump dan FIFA menganugerahkan Penghargaan Perdamaian perdana organisasi itu kepada presiden AS dalam acara pengundian Piala Dunia 2026.

Komite Etik FIFA kemudian melakukan penyelidikan internal dan menyatakan tidak menemukan bukti adanya pelanggaran.

FairSquare kini membawa perkara itu ke IOC, yang mengakui FIFA sebagai federasi internasional. Langkah tersebut mencerminkan kekecewaan mereka terhadap mekanisme akuntabilitas di tubuh FIFA.

Laporan CNBC turut menambah perhatian terhadap hubungan keduanya. Media itu menyebut Trump menerima tiket FIFA senilai US$15.000 dari Infantino.

Kontroversi tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana pengaruh politik dapat masuk ke dalam tata kelola olahraga internasional, terutama ketika Piala Dunia 2026 digelar di Amerika Utara dan Trump diperkirakan akan menyerahkan trofi kepada tim juara. Polemik ini jug memunculkan pertanyaan mengenai masa depan kepemimpinan Infantino yang telah berlangsung hampir satu dekade, meski peluang pencopotannya dinilai tetap kecil.