![]() |
| Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. |
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar swasembada pangan dan energi terwujud lebih cepat. "Bapak Presiden telah memberikan instruksi guna mengakselerasi terwujudnya swasembada pangan dan energi," kata Sigit di hadapan Presiden Prabowo yang turut menghadiri acara tersebut.
Untuk mendukung petani, Polri menggandeng himpunan bank milik negara memfasilitasi akses kredit usaha rakyat (KUR). Institusi ini juga mendorong penanaman jagung pada lahan garapan seluas 1,37 juta hektare. Sigit mengklaim, sejak 2025 hingga kuartal kedua 2026, Polri sudah menggelar panen raya dengan total produksi mencapai 5,7 juta ton jagung.
Selain jagung, polisi turut memfasilitasi 30 kelompok tani di Sembalun, Nusa Tenggara Barat, menanam bawang putih. Dari lahan seluas 948 hektare, produksi yang diklaim tembus 18.960 ton.
Program lain yang digenjot Polri adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Institusi ini menargetkan pembangunan 1.500 SPPG sepanjang 2026. Hingga Juni 2026, realisasinya sudah mencapai 1.415 unit, terdiri atas 828 SPPG yang telah beroperasi, 227 dalam tahap operasional, dan 360 masih dalam proses pembangunan, termasuk 33 unit di antaranya berlokasi di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
"Seluruh SPPG tersebut diproyeksikan dapat melayani 3,5 juta penerima manfaat serta menyerap 70,7 ribu pekerja," ujar Sigit.
Dari sisi standar layanan, Sigit memaparkan capaian SPPG Polri berupa 348 sertifikat layak sanitasi, 146 sertifikat jaminan produk halal, dan 285 sertifikat uji lab air. Polri juga telah melatih 305 chef untuk mendukung operasional dapur SPPG.
Untuk menjaga variasi menu dan standar nutrisi, Polri menyusun buku Rasa Bhayangkara Nusantara yang memuat 80 menu makanan.
0Komentar