Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (kiri), Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu (kanan) usai pembahasan peluang ekspor 10 ribu ton beras Indonesia ke Singapura di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (29/6/2026). | Kementan
Pemerintah menjajaki peluang ekspor beras ke Singapura setelah stok beras nasional mencapai 5,1 juta ton atau melampaui kapasitas gudang pemerintah. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan Indonesia menawarkan ekspor awal sedikitnya 10.000 ton beras sebagai bagian dari penguatan kerja sama pangan dengan negara tetangga tersebut.

Rencana itu disampaikan Amran saat menerima kunjungan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu Hai Yien, di Jakarta, Senin (29/6/2026). Selain beras, kedua negara juga membahas peningkatan kerja sama untuk komoditas telur, daging ayam, minyak sawit, hingga pertukaran teknologi pertanian

Amran mengatakan besarnya cadangan beras pemerintah menjadi alasan Indonesia mulai membuka peluang ekspor. Menurutnya, kapasitas gudang pemerintah hanya sekitar 3 juta ton sehingga sebagian stok harus disimpan di gudang sewaan

"Kita membangun kerja sama yang baik, dan insyaallah kami tadi sudah mengusulkan ekspor beras 10.000 ton minimal," kata Amran.

Ia menambahkan Singapura juga berminat memperkuat kerja sama di sektor pangan, termasuk pasokan telur, daging ayam, beras, dan kelapa dari Indonesia. Pembahasan teknis mengenai volume dan mekanisme kerja sama masih akan ditindaklanjuti.

Amran menegaskan ekspor beras ke Singapura bukan hal baru. Menurutnya, pengiriman beras ke negara tetangga sebelumnya juga telah beberapa kali dilakukan. Skema yang dijajaki saat ini bukan melalui kerja sama antarpemerintah (government to government/GtoG), melainkan bisnis antara Badan Usaha Milik Negara, yakni Bulog, dengan pihak swasta.

Saat ditanya apakah ekspor dapat direalisasikan tahun ini, Amran menjawab singkat, "Iya, mudah-mudahan."

Grace Fu menyambut positif peluang peningkatan kerja sama tersebut. Ia mengaku terkesan dengan perkembangan sektor pertanian Indonesia yang dinilai berhasil meningkatkan produktivitas melalui investasi pada riset, teknologi, benih, peralatan, dan mekanisasi.

Menurut Grace, Singapura masih mengimpor sebagian besar kebutuhan pangannya sehingga kedekatan geografis dengan Indonesia membuka peluang untuk memperluas pasokan dari Indonesia.

"Saya sangat senang untuk menjajaki potensi ini lebih lanjut dengan Menteri di hari-hari mendatang. Jadi, saya sangat senang dengan pertemuan ini. Terima kasih banyak," ucap Grace Fu.