Robert Kuzovkov, seorang seniman asal Rusia yang dikenal dengan nama samaran Semyon Skrepetsky. | AP PHOTO

Semyon Skrepetsky, seniman satir asal Rusia yang kerap melontarkan kritik pedas terhadap Vladimir Putin dan pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov, tewas ditembak di sebuah tempat parkir di Biała Podlaska, Polandia bagian timur, Minggu pagi 15 Juni. Polisi menyebut pembunuhan ini kemungkinan besar merupakan eksekusi terencana.

Pria bernama asli Robert Kuzovkov itu ditembak beberapa kali dari jarak dekat di luar sebuah gedung apartemen setempat. Tim paramedis yang datang cepat ke lokasi tidak berhasil menyelamatkannya. Polisi langsung menutup sejumlah jalan dan jalur keluar kota, serta menempatkan penjagaan di sekolah-sekolah dan pusat penitipan anak.

Seorang warga negara Belarus ditangkap tak jauh dari konsulat Belarus di kota tersebut, tidak lama setelah penembakan terjadi.

Juru bicara kepolisian kepada TVN24 menyebut teori eksekusi sebagai yang paling kuat. "Jika seseorang mendekati orang tertentu di jalan dan menembaknya, semua indikasi menunjukkan bahwa mereka telah merencanakan pembunuhan itu," ujarnya.

Hidup penuh provokasi

Skrepetsky, 44 tahun, lahir di Bashkortostan dan pindah ke Polandia pada 2021 setelah mendapatkan status pengungsi. Ia membangun basis pengikut lewat karikatur-karikatur tajam yang menyasar tokoh-tokoh politik Rusia dan Chechnya, mulai dari Putin, Kadyrov, putranya Adam, hingga komandan Akhmat, Apti Alaudinov.

Sehari sebelum kematiannya, ia mengunggah lukisan yang menggambarkan keluarga Kadyrov dengan moncong dan kuku babi. Unggahan itu muncul tak lama setelah Adam Kadyrov kembali diangkat sebagai Pahlawan Chechnya.

Tiga hari sebelum ditembak, tepat pada 12 Juni yang merupakan Hari Rusia, Skrepetsky pergi ke Berlin dan menggelar aksi protes seorang diri. Ia membawa karikatur bergaya ikon religius yang menampilkan Joseph Stalin dan Putin. Postingan terakhirnya di Telegram, diterbitkan pada pagi hari kematiannya, membahas ancaman-ancaman yang selama ini ia terima.

Para penyidik meyakini setidaknya dua orang terlibat dalam kasus ini. Menurut saluran Telegram oposisi Belarus DzikMedia, seorang sopir taksi asal Belarus mengantarkan para pelaku ke lokasi kejadian. Ketika pelaku menodongkan senjata ke arahnya, sang sopir panik dan mencoba melarikan diri menuju konsulat Belarus, di mana ia kemudian ditahan. Polisi menyatakan masih memburu tersangka lain yang belum tertangkap.

Pola pembunuhan bertarget

Pembunuhan ini bukan yang pertama menyasar pengkritik Kremlin dan rezim Kadyrov di luar negeri. Skrepetsky sebelumnya melaporkan akunnya di Instagram diblokir setelah ia mengunggah video yang mengejek Kadyrov. Media investigasi iStories  juga mencatat namanya masuk dalam basis data Myrotvorets Ukraina karena kritiknya terhadap otoritas Ukraina.

The Caucasian Knot, media berita regional, mencatat bahwa otoritas Chechnya telah memburu para pengkritik mereka di luar negeri selama bertahun-tahun. Salah satu kasus yang disebut adalah pembunuhan disiden Chechnya Mamikhan Umarov di Austria pada 2020.