![]() |
| Momen Vladimir Putin menerima kunjungan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, di Kremlin pada bulan Mei 2025. | INSTAGRAM/ANWAR IBRAHIM |
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pulang dari Rusia dan Turkmenistan dengan membawa jaminan pasokan energi jangka panjang yang mencakup minyak, gas, dan diesel selama sedikitnya dua dekade ke depan.
Anwar mengonfirmasi hal itu pada Rabu (24/6/2026) setelah menyelesaikan kunjungannya ke dua negara tersebut. Dalam pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskwa, ia secara khusus mengangkat isu keamanan energi dan meminta kepastian agar Malaysia tetap mendapat akses pasokan yang stabil di tengah ketidakpastian global.
Putin menyetujui pengaturan pasokan itu. "Presiden Putin memberikan jaminan melalui pengaturan jangka panjang bahwa pasokan minyak, gas, dan diesel Malaysia akan tetap aman setidaknya selama 20 tahun ke depan," kata Anwar.
Jaminan itu, menurut Anwar, dimaksudkan agar rakyat Malaysia tidak terdampak gangguan pasokan energi yang mungkin terjadi di masa mendatang. Kedua pemimpin juga membahas kerja sama teknologi baru dan sejumlah bidang lain di luar sektor energi.
Dari Rusia, Anwar melanjutkan kunjungan ke Turkmenistan, salah satu produsen gas alam terbesar dunia. Di sana, perusahaan energi nasional Malaysia PETRONAS menandatangani sejumlah perjanjian yang disaksikan langsung oleh Anwar dan Presiden Turkmenistan Serdar Berdimuhamedov.
Melalui anak usahanya Petronas Carigali (Turkmenistan) Sdn Bhd, PETRONAS memperluas keterlibatannya di Laut Kaspia lewat perjanjian production sharing yang mencakup blok lepas pantai 19 dan 20 bersama perusahaan negara Turkmennebit dan Hazarnebit. PETRONAS juga menandatangani perjanjian kerja sama untuk studi seismik dua dimensi di blok lepas pantai utara.
Ini bukan langkah awal PETRONAS di Turkmenistan. Perusahaan telah beroperasi di sana sekitar 30 tahun dan mengembangkan Blok 1 di sektor Laut Kaspia sejak 1996.
Anwar menyebut kerja sama dengan Rusia dan Turkmenistan sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk melindungi kepentingan generasi mendatang dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Pasokan yang diamankan itu, tambahnya, tidak hanya untuk kebutuhan domestik, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekspor ke negara-negara mitra dengan permintaan energi tinggi seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.
Anwar juga menyinggung faktor yang menurutnya turut mendorong kepercayaan mitra internasional terhadap Malaysia. "Stabilitas politik, kejelasan arah ekonomi, dan semangat persatuan di Malaysia turut meningkatkan kepercayaan mitra internasional," ujarnya.
0Komentar