Koperasi Desa Merah Putih yang berlokasi di Bentangan, Kecamatan Wonosari. | BiographyWriter45/Wikimedia Commons

Pemerintah memangkas target pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dari 80.000 unit menjadi sekitar 40.000 unit. Perubahan target itu dilakukan agar pemerintah dapat lebih fokus pada kualitas operasional koperasi yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan penyesuaian target tersebut saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (11/6). Menurut dia, pemerintah telah melaporkan perubahan fokus itu kepada Presiden.

“Kami sudah sampaikan ke Bapak Presiden bahwa sekarang kita fokus mungkin paling banyak di 40.000 titik,” kata Ferry dalam rapat tersebut.

Pemerintah menilai keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah koperasi yang dibangun, tetapi juga dari kemampuan unit usaha tersebut menjalankan fungsi ekonomi di tingkat desa.

Ferry menjelaskan, Kopdes Merah Putih diharapkan mampu menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama komoditas yang memperoleh subsidi pemerintah.

“Yang subsidi seperti gas 3 kilogram, minyak, beras, pupuk. Itu harus lebih murah,” jelasnya.

Selain menjadi pusat distribusi barang kebutuhan masyarakat, koperasi juga diarahkan untuk menjalankan fungsi lembaga keuangan mikro. Pemerintah menargetkan akses pembiayaan yang lebih murah bagi masyarakat desa melalui koperasi tersebut.

“Presiden sudah memberi arahan paling maksimal 6%,” imbuh Ferry, merujuk pada batas suku bunga pembiayaan yang diharapkan diterapkan oleh Kopdes Merah Putih.

Di tengah penyesuaian target itu, realisasi pembangunan masih berada jauh di bawah sasaran. Ferry mengungkapkan, jumlah Kopdes Merah Putih yang telah beroperasi saat ini baru mencapai 1.061 unit.

Adapun koperasi yang telah menyelesaikan pembangunan fisik tercatat sebanyak 12.612 unit. Pemerintah optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah dan mencapai sekitar 40.000 unit hingga akhir 2026.