kapal selam kelas Dosan Ahn Changho (juga dikenal sebagai kelas KSS-III) milik Angkatan Laut Korea Selatan. | ROK NAVY

Dua kekuatan industri pertahanan maritim dunia kini beradu langsung di Ottawa. Korea Selatan dan Jerman bersaing ketat memperebutkan Canadian Patrol Submarine Project (CPSP), proyek pengadaan kapal selam non-nuklir terbesar di dunia saat ini, yang nilai siklus hidupnya ditaksir mencapai 60 miliar hingga 120 miliar Dolar Kanada.

Angkatan Laut Kanada melalui proyek ini berencana menggantikan empat kapal selam Victoria class buatan Inggris yang sudah menua dengan 12 unit kapal selam diesel-elektrik baru. Dari total nilai proyek itu, sekitar 24 miliar hingga 30 miliar Dolar Kanada dialokasikan khusus untuk akuisisi awal.

Memasuki fase penentuan pada Juni 2026, kompetisi menyisakan duel dua kandidat dengan filosofi desain yang nyaris berlawanan.

Korea Selatan menjagokan KSS-III (Dosan Ahn Changho class) Batch II, kapal selam sepanjang 89,3 meter yang mengusung sistem penggerak hibrida berupa kombinasi fuel-cell AIP, baterai litium-ion, dan mesin diesel-elektrik. Hanwha Ocean, salah satu anggota konsorsium Korea Selatan bersama HD Hyundai Heavy Industries, mengklaim kombinasi itu belum tertandingi di kelas kapal selam konvensional yang kini beroperasi. 

Keistimewaan lain KSS-III terletak pada 10 sel Vertical Launch System (VLS) yang mampu meluncurkan rudal balistik Hyunmoo 4-4, kemampuan serangan darat strategis yang sangat jarang ditemukan pada kapal selam non-nuklir.

Jerman menawarkan Type 212CD, hasil kolaborasi dengan Norwegia yang dirancang khusus untuk operasi senyap di Arktik dan Atlantik Utara. ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS) mengklaim tingkat kebisingan hidrodinamis rancangannya 60% lebih rendah dibanding pendahulunya, Type 212A. TKMS sendiri selama ini menguasai sekitar 70% pasar kapal selam konvensional di lingkungan negara-negara NATO.

Yang membuat persaingan ini menarik perhatian kalangan industri pertahanan global adalah latar belakang hubungan kedua pihak. Korea Selatan pada medio 1980-an baru memulai perjalanannya di industri kapal selam dengan merakit lisensi kapal selam kelas Jangbogo (Type 209) dari galangan kapal Jerman, HDW, yang kini menjadi bagian dari TKMS. Kini Seoul berbalik posisi menjadi pesaing langsung sang guru di pasar internasional.

Strategi pendekatan ke Ottawa pun dilancarkan agresif oleh kedua kubu. Korea Selatan memilih jalur pembuktian langsung dengan mengirimkan ROKS Dosan Ahn Changho berlayar 14.000 kilometer dari Pangkalan Jinhae menuju Pangkalan Militer Kanada di Esquimalt pada akhir Mei 2026. Ini menjadi pelayaran trans-Pasifik pertama dalam sejarah militer Seoul, sekaligus ajang sea trial langsung di hadapan calon pembeli dengan pelaut Kanada ikut di dalamnya. Pihak Korea Selatan menjanjikan pengiriman empat unit pertama sebelum 2035.

Manuver itu memaksa Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, terbang ke Ottawa untuk memberikan jaminan personal bahwa TKMS sanggup mempercepat pengiriman empat unit Type 212CD pada 2036. Demi memenuhi komitmen itu, pemerintah Jerman dan Norwegia masing-masing memangkas satu slot pemesanan dalam negeri mereka untuk mendahulukan kebutuhan Kanada.

Pertarungan lalu bergeser ke meja negosiasi kompensasi industri. Hanwha Ocean menawarkan paket offset bernilai ekonomi hingga 94 miliar Dolar Kanada, mencakup 22.500 lapangan kerja per tahun, kemitraan pasokan baja dengan Algoma Steel, serta pusat perawatan atau maintenance, repair, and overhaul (MRO) lokal di Halifax dan Esquimalt.

TKMS membalas dengan tawaran investasi jangka panjang 30 tahun senilai 86 miliar Dolar Kanada. Paket itu mencakup pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di Kanada, dukungan pertambangan rare-earth, hingga opsi pembelian pesawat produksi Bombardier untuk armada VIP Jerman.

Bagi Seoul, kemenangan di proyek ini akan menjadi ekspor militer terbesar sepanjang sejarahnya dan memperkuat posisi Korea Selatan dalam mengejar target menjadi eksportir senjata terbesar keempat di dunia. Bagi Berlin, kekalahan dari bekas murid yang teknologinya berakar dari galangan Kiel akan menjadi ujian serius terhadap reputasi dominasi TKMS di pasar kapal selam internasional.