Presiden UEA Sheikh Mohamed Bin Zayed bertemu dengan ketua parlemen Iran Mohamed Bagher Ghalibaf pada tahun 2023. | Mohamed Al Hammadi/Pengadilan Presiden UEA

Uni Emirat Arab menyepakati pelepasan dana miliaran dolar kepada Iran sebagai imbalan penghentian serangan rudal dan drone Teheran terhadap negara Teluk itu. Kesepakatan itu terungkap lewat laporan eksklusif Reuters yang bersandar pada empat sumber yang mengetahui langsung perkara tersebut.

Dua sumber regional menyebut total dana yang disepakati mencapai US$10 miliar, dengan lebih dari US$3 miliar yang sudah berpindah tangan. Dua sumber lain menyebutkan angka yang lebih besar, yakni US$20 miliar.

Kesepakatan ini membalik dinamika berbulan-bulan permusuhan terbuka antara kedua negara, yang memuncak sejak 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke berbagai target di Iran. Selama konflik berlangsung, rudal dan drone Iran sempat mengosongkan hotel-hotel Dubai, memaksa ekspatriat angkat kaki, dan mengguncang citra emirat itu sebagai pusat bisnis kawasan.

Serangan langsung terakhir Iran ke UEA tercatat pada 4 Mei, menghantam pelabuhan Fujairah di Teluk Oman. Pembicaraan antara kedua pihak mulai menguat setelah pejabat Garda Revolusi Iran mengunjungi Abu Dhabi pekan lalu untuk bertemu Sheikh Tahnoun bin Zayed al Nahyan, penasihat keamanan nasional UEA. Kunjungan balasan pejabat UEA ke Teheran menyusul setelahnya.

Seorang pejabat UEA membenarkan bahwa negaranya memang tengah aktif meredam ketegangan. "Kebijakan luar negeri UAE dipandu oleh semangat mendorong de-eskalasi dan mengurangi ketegangan di seluruh kawasan, sekaligus memajukan perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan," ujar pejabat tersebut kepada Reuters.

Satu sumber menggambarkan kesepakatan ini sebagai jalan keluar yang memberi ruang bagi semua pihak tanpa harus melampaui garis merah masing-masing. 

Iran bisa mengklaim mendapat kompensasi atas kerugian akibat perang, Washington bisa menegaskan tidak mengeluarkan sepeser pun, sementara Abu Dhabi mengamankan keselamatannya sendiri sekaligus menjaga reputasi Dubai. Sumber itu menambahkan, Iran disebut telah mendekati setidaknya dua negara Arab Teluk lain untuk kesepakatan serupa.

Kesepakatan bilateral ini muncul di tengah proses perundingan yang tampaknya mendekati garis akhir antara AS dan Iran. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator, menyatakan bahwa "teks final kesepakatan damai yang telah disetujui bersama telah dicapai" dan Pakistan sedang bekerja menuntaskan langkah-langkah berikutnya. 

Presiden Trump menyebut perjanjian itu bisa ditandatangani secepatnya akhir pekan ini.