![]() |
| Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat (5/6/2024). | APLUSWIRE/Bagus Aji S |
Satu kilogram sampah plastik bisa menghasilkan hingga 0,9 liter bahan bakar solar. Itulah yang kini bisa dilakukan mesin pirolisis milik Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) Pilah Berkah di Kapanewon Imogiri, Bantul, setelah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Pertamina dan Pemerintah Kabupaten Bantul menyerahkan alat tersebut kepada kelompok tersebut.
Inovasi ini bermula dari persoalan sampah plastik low value di Bantul yang selama ini tidak terserap pasar daur ulang. Plastik jenis ini, kalau pun dijual, harganya hanya Rp100 hingga Rp200 per kilogram dan nyaris tidak menarik bagi para pegiat daur ulang.
Periset BRIN Heru Susanto menjelaskan, pirolisis bekerja dengan cara menguraikan material organik seperti plastik menjadi fase gas, cair, dan padat melalui pemanasan suhu tinggi antara 250 hingga 350 derajat Celsius dengan sedikit atau tanpa oksigen. Produk akhirnya adalah Petasol, sebutan untuk solar hasil olahan plastik yang diklaim siap digunakan pada kendaraan berbahan bakar solar.
"Plastik kan asalnya dari minyak bumi, kita kembalikan menjadi minyak bumi," kata Heru di Yogyakarta, Selasa.
Prosesnya tidak singkat. Setiap sesi pengolahan memerlukan waktu 7 hingga 8 jam, mencakup pemanasan suhu tinggi, penjernihan, dan beberapa tahapan lanjutan sebelum solar siap digunakan.
Dari sisi ekonomi, angkanya cukup menjanjikan. Biaya produksi per liter hanya berkisar Rp3.000 hingga Rp4.000, sedangkan harga jual internal bisa mencapai Rp10.000 per liter. Dalam sehari, mesin ini mampu mengolah 50 kilogram plastik dan menghasilkan 40 hingga 45 liter solar.
"Untungnya Rp6.000-Rp7.000 per liter, sedangkan sehari bisa menghasilkan 40-45 liter dari 50 kilogram plastik, tinggal kalikan saja," jelas Heru.
Hampir semua plastik low value bisa diolah, dengan catatan kondisinya kering untuk menjaga kualitas hasil. Satu pengecualian berlaku untuk plastik jenis PVC. "Yang tidak bisa itu jenis PVC, karena banyak mengandung klorin yang kalau dibakar menimbulkan asap berbahaya," kata Heru.
0Komentar