Logo dan suasana BRICS saat KTT ke-15 di Johannesburg, Afrika Selatan.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyerukan solidaritas negara-negara BRICS untuk menghadapi tekanan global yang kian kompleks, termasuk unilateralisme dan proteksionisme yang dinilai mengancam tatanan internasional.

Seruan itu disampaikan Wang dalam Pertemuan ke-16 Penasihat Keamanan Nasional dan Perwakilan Tingkat Tinggi BRICS yang membahas sejumlah isu mendesak — dari keamanan non-tradisional, kontra-terorisme, hingga keamanan siber.

Wang menegaskan bahwa selama dua dekade terakhir, kerja sama BRICS telah tumbuh menjadi salah satu pilar penting bagi perdamaian, pembangunan, dan keadilan global. Ia mendorong blok tersebut untuk mempertahankan tatanan internasional yang ada dan menolak segala bentuk tekanan sepihak.

"BRICS harus memperkuat multilateralisme dan mempertahankan tatanan internasional," kata Wang, seperti dikutip CGTN.

Negara-negara BRICS, yang sebagian besar mewakili Global South, disebut Wang perlu berada di garis depan perjuangan keadilan global dan memperbesar pengaruh mereka dalam urusan internasional. Untuk mengatasi kebuntuan keamanan, ia mendorong pendekatan berbasis konsensus yang mengedepankan konsep keamanan bersama, komprehensif, kooperatif, dan berkelanjutan.

Penyelesaian konflik lewat dialog dan konsultasi juga menjadi penekanan Wang. Ia menilai kerja sama antar anggota BRICS perlu diperluas ke tantangan seperti terorisme, keamanan energi dan pangan, serta risiko yang muncul dari perkembangan kecerdasan buatan dan keamanan siber.

Wang turut menyoroti pentingnya tata kelola global di sektor teknologi baru. Ia mendukung peran Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam pengaturan ruang digital dan siber, yang dinilai semakin krusial seiring pesatnya kemajuan teknologi.

China akan memegang presidensi BRICS tahun depan. Wang menyatakan negaranya siap bekerja sama dengan seluruh anggota untuk mendorong perdamaian dan kemakmuran global.

Para peserta pertemuan memuji peran BRICS dalam memperkuat kerja sama Global South dan mendukung upaya membangun dunia multipolar yang lebih adil dan seimbang.