![]() |
| Kapal induk Giuseppe Garibaldi, bekas kapal Angkatan Laut Italia. | U.S. NAVY |
TNI Angkatan Laut mengusulkan nama Mahapatih Majapahit Gadjah Mada dan Panglima Besar Jenderal Soedirman untuk kapal induk pertama Indonesia yang berasal dari akuisisi kapal induk Italia, Giuseppe Garibaldi. Namun hingga kini pemerintah belum menetapkan nama resmi untuk kapal tersebut.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan sejumlah nama telah masuk dalam pembahasan. Menurut dia, keputusan akhir nantinya menunggu arahan pemerintah.
Ali menyampaikan usulan itu saat ditemui di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026). “Memang salah satunya itu, salah satu usulannya. Ada Gadjah Mada, ada Panglima Soedirman, ada mungkin yang lain,” kata Ali.
Meski sejumlah nama telah muncul, TNI AL belum menerima keputusan resmi terkait penamaan kapal induk tersebut. “Kami menunggu. Mungkin dari Bapak Presiden atau dari Pak Menhan akan memberikan usulan namanya,” ujar Ali.
Di tengah proses pengadaan kapal, TNI AL mulai menyiapkan personel yang akan mengawakinya. Sekitar 100 prajurit telah dibentuk sebagai satuan tugas sekaligus pengawak pendahuluan untuk mempersiapkan operasional kapal saat tiba di Indonesia.
“Harapan kita 10 Juli sudah diberangkatkan dan bisa hadir (kapal induk di Indonesia) sebelum 5 Oktober. Harapan kita,” tutur Ali.
Ia menambahkan, rencana keberangkatan personel tersebut masih menyesuaikan perkembangan proses pengiriman kapal dari Italia.
Proses hibah Giuseppe Garibaldi sendiri masih berlangsung di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan. Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Rico Sirait mengatakan kapal tersebut telah memasuki tahap persiapan pengiriman ke Indonesia.
“Kapal induk Garibaldi itu proses hibah, sedang berjalan dan sudah dalam proses tahapan untuk persiapan pengiriman ke Indonesia,” kata Rico saat ditemui di Kementerian Pertahanan, Jakarta, awal Juni lalu.
Kemhan berharap seluruh proses dapat rampung tahun ini sehingga kapal dapat segera tiba di Indonesia. “Mudah-mudahan tahun ini,” ujar Rico.
Menurut dia, dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah ikut memengaruhi jadwal distribusi dan pengiriman kapal. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah situasi keamanan di sekitar Selat Hormuz.
“Ya dengan kondisi Selat Hormuz, yang konflik juga di sana ya, jadi mungkin ada keterbatasan distribusi, waktu pengiriman dan sebagainya,” ucapnya.
Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk ringan milik Angkatan Laut Italia dengan panjang 180,2 meter. Kapal itu mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam.
Kapal tersebut dilengkapi sejumlah sistem persenjataan dan pertahanan, di antaranya peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow/Selenia Aspide, meriam kembar Oto Melara 40L70 DARDO, tabung torpedo rangkap tiga kaliber 324 mm, serta rudal antikapal Otomat Mk 2 SSM.
0Komentar