![]() |
| Momen protes, pawai, dan demonstrasi para guru yang berlangsung pada Mei 2026 di depan Kementerian Pendidikan Bolivia. | N1NY4T/CC BY-SA 4.0 |
"Setelah menguras seluruh jalur dialog, mencapai kesepakatan dengan pihak-pihak yang tuntutannya sah, dan mengidentifikasi mereka yang menggunakan kekerasan dalam upaya mendestabilisasi Bolivia, kami mengambil keputusan untuk menyatakan status darurat di seluruh wilayah nasional," ujar Paz dalam pidato yang disiarkan langsung di televisi.
Berawal dari pemangkasan subsidi
Gelombang protes ini memantik krisis setelah pemerintahan Paz memangkas subsidi bahan bakar sebagai upaya menekan defisit fiskal. Kebijakan ini diambil di tengah memburuknya kelangkaan dolar AS dan negosiasi yang sedang bergulir dengan Dana Moneter Internasional.
Meski pemerintah kemudian berusaha menstabilkan harga bahan bakar dan membatalkan reformasi pertanahan yang tidak populer, gejolak justru kian meluas.
Demonstran, yang banyak di antaranya bersekutu dengan mantan Presiden berhaluan kiri Evo Morales, menuntut kenaikan upah, penyelesaian krisis bahan bakar dan dolar, hingga pengunduran diri Paz.
Blokade di jalan-jalan vital telah memutus pasokan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan ke kota-kota besar, termasuk La Paz. Situasi bahkan sempat membuat pemerintah terpaksa mengevakuasi ibu kota akibat blokade yang semakin mencekik.
Kebuntuan negosiasi buruh
Dekrit darurat dikeluarkan hanya beberapa jam setelah Paz mengumumkan kesepakatan dengan Konfederasi Pekerja Bolivia (COB) pada Jumat. Namun, kesepakatan itu gagal memuaskan kelompok pengunjuk rasa yang tetap bersikeras menuntut kejatuhan Paz.
"Ini adalah keadaan darurat untuk mengembalikan kebebasan kepada rakyat, untuk membebaskan Bolivia dari mereka yang menggunakan konflik politik untuk memblokir jalan dan merugikan masyarakat," tegas Paz.
Langkah darurat dan dampak lapangan
Langkah darurat ini didasarkan pada payung hukum yang telah dipersiapkan sebelumnya. Kongres Bolivia mengesahkan undang-undang yang mempermudah persyaratan deklarasi darurat pada awal Juni, yang kemudian ditandatangani Paz pada 8 Juni.
Dukungan internasional pun masuk melalui Amerika Serikat yang pada 4 Juni menyatakan akan meningkatkan bantuan darurat untuk mengatasi kekurangan pangan dan obat-obatan di tengah konflik.
Dekrit ini memberikan wewenang konstitusional yang luas bagi Paz untuk memulihkan ketertiban, termasuk pengerahan angkatan bersenjata guna membersihkan jalur-jalur yang terblokade.
Merujuk laporan France 24, kebijakan ini berlaku seketika, dengan Kongres diwajibkan melakukan peninjauan. Sejauh ini, kerusuhan telah menelan setidaknya 10 korban jiwa dan menyebabkan puluhan orang terluka, dengan situasi lapangan yang masih terus berkembang.
0Komentar