Pesawat tempur F/A-18E Super Hornet bergerak menuju landasan peluncuran di dek penerbangan kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln, 16 April 2026. | U.S.NAVY

Amerika Serikat untuk pertama kalinya secara terbuka mengidentifikasi bidang-bidang pertahanan NATO yang akan mereka kurangi, mendesak sekutu-sekutu Eropa dan Kanada agar segera memperluas kontribusi kekuatan udara dan laut mereka.

Panglima Tertinggi Sekutu NATO di Eropa, Jenderal Angkatan Udara AS Alexus Grynkewich, merilis pernyataan tertulis usai pertemuan para perencana militer NATO di Brussels, Rabu. Ia menegaskan bahwa pesawat berawak, drone, dan kapal-kapal angkatan laut menjadi dua bidang prioritas yang harus segera diisi oleh para sekutu non-Amerika.

Grynkewich menyebut kondisi saat ini sebagai masalah struktural yang sudah lama berlangsung. "Selama ini terdapat ketergantungan tidak sehat pada pasukan AS dalam NATO Force Model," ujarnya. "Presiden Trump, Sekretaris Hegseth, dan pihak-pihak lain telah menegaskan bahwa hal ini harus berubah, dan perubahan itu akan terjadi. Potensi konflik serentak di beberapa kawasan menuntut hal tersebut."

Pemerintahan Trump sebelumnya sudah memberi sinyal kepada sekutu pada Mei lalu soal rencana pengurangan kontribusi dalam NATO Force Model, yakni kerangka kerja yang menetapkan pasukan siaga dari masing-masing sekutu dalam rentang 10 hingga 180 hari pertama sebuah krisis. Namun rinciannya baru diungkap secara publik pekan ini.

Laporan Der Spiegel pekan lalu mengungkap gambaran yang lebih konkret. Jumlah jet tempur AS yang tersedia untuk NATO akan berkurang sepertiga, kapal perusak yang disediakan juga akan dipangkas, dan AS tidak akan lagi menempatkan kapal selam dalam kumpulan pasukan krisis. Drone pengintai bersenjata pun ikut dikurangi, memaksa Eropa menyediakannya sendiri.

Langkah ini disebut sebagai "penyesuaian skala" kontribusi AS, selaras dengan National Defense Strategy 2026 dan visi Pentagon untuk "NATO 3.0."

Juru bicara markas besar militer NATO, Kolonel Angkatan Darat AS Martin O'Donnell, berupaya meredam kekhawatiran soal celah pertahanan. Ia menyebut wilayah-wilayah yang disorot Grynkewich sebagai "area di mana para sekutu sudah memiliki atau segera akan memiliki kemampuan yang memadai, artinya tidak ada celah pertahanan yang diperkirakan akan muncul." O'Donnell menolak merinci kapan tepatnya sekutu diharapkan menyelesaikan pergantian kemampuan AS tersebut.

Para pemimpin NATO dijadwalkan bertemu dalam KTT di Ankara pada Juli mendatang. Pengumuman ini memperpanjang deretan tekanan pemerintahan Trump terhadap anggota Eropa, setelah sebelumnya juga memangkas komitmen brigade ke Eropa dan membatalkan rencana pengerahan rudal jarak jauh ke Jerman.