Vladimir Zelenskyy, Presiden Ukraina. | OFFICE OF THE PRESIDENCE—UKRAINE

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memberlakukan dua paket sanksi baru terhadap Rusia pada Sabtu (23/5/2026), menyasar 127 personel militer yang terlibat dalam serangan rudal ke wilayah Ukraina sekaligus 29 kapal dagang sipil yang diduga mengangkut perlengkapan militer Moskwa.

Paket pertama menargetkan para komandan unit penerbangan jarak jauh Angkatan Udara Rusia yang, menurut otoritas Ukraina, telah meluncurkan lebih dari 4.100 rudal jelajah dan aeroballistik buatan udara jenis Kh-101, Kh-55, Kh-555, Kh-22, Kh-32, hingga rudal Kinzhal. 

Sanksi juga menjangkau komandan unit rudal dan artileri Angkatan Darat yang ditengarai bertanggung jawab atas lebih dari 1.100 serangan menggunakan rudal Iskander-K dan Iskander-M ke berbagai infrastruktur sipil di seluruh Ukraina, termasuk serangan ke sebuah kafe di desa Hroza, Kharkiv Oblast, pada Oktober 2023 yang menewaskan 59 orang.

Vladyslav Vlasyuk, penasihat presiden sekaligus komisaris kebijakan sanksi, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar simbolik. 

"Ini tentang meningkatkan harga agresi bagi Rusia, mempersulit operasi militernya, dan membentuk tanggung jawab yang tak terhindarkan atas serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur," katanya.

Paket kedua mencakup 29 kapal dagang sipil yang diklaim digunakan secara rutin untuk mengangkut senjata, amunisi, peralatan militer, hingga personel bagi Kementerian Pertahanan Rusia. Vlasyuk menyindir situasi itu dengan nada tajam. 

"Salah satu paket hari ini menyoroti jalur pasokan senjata untuk tentara Rusia, mari kita lihat pelabuhan mana yang sekarang akan menerima kapal-kapal ini," ujarnya.

Sebagian besar kapal dalam daftar tersebut sebenarnya sudah berada di bawah sanksi Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Inggris. Kyiv menyatakan akan berkoordinasi dengan mitra internasional untuk menyinkronkan pembatasan terhadap kapal-kapal yang belum terjangkau.

Rusia belum memberikan tanggapan resmi atas kedua paket sanksi itu.

Serangan besar-besaran ke Kyiv

Kurang dari 24 jam setelah pengumuman sanksi tersebut, militer Rusia melancarkan serangan masif ke ibu kota Ukraina. Kyiv dihantam gelombang rudal jelajah, rudal balistik, dan pesawat nirawak pada Minggu (24/5/2026) dini hari, menewaskan satu warga sipil dan melukai 20 orang lainnya.

Kepala Administrasi Kementerian Regional Ukraina, Mykola Kalashnyk, menggambarkan skala serangan itu. "Malam ini wilayah Kyiv sekali lagi mengalami serangan musuh besar-besaran dengan pesawat tak berawak, rudal jelajah, dan rudal balistik," kata Kalashnyk.

Serangan ini datang tak lama setelah Ukraina mengklaim telah meluncurkan armada drone ke wilayah timur yang dikuasai Rusia. Moskwa menyebut serangan drone tersebut menghantam sebuah gedung asrama mahasiswa di Starobilsk, wilayah Lugansk, dan menewaskan sedikitnya 18 orang serta melukai 42 lainnya.

Kyiv membantah keras tuduhan itu. Pihak Ukraina menegaskan bahwa serangan hanya ditujukan ke markas unit drone milik Rusia yang beroperasi di kawasan Starobilsk, bukan ke sasaran sipil.