Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan negara mereka selama upacara penyambutan di Balai Besar Rakyat di Beijing pada 14 Mei 2026. | AFP/BRENDAN SMIALOWSKI

Pertemuan puncak dua hari Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing menghasilkan sejumlah kesepakatan besar mulai dari isu nuklir Korea Utara hingga pembelian massal produk pertanian dan pesawat Amerika Serikat.

Gedung Putih merilis lembar fakta pada Mimggu, 17 Mei 2026, yang memuat hasil pertemuan kedua pemimpin selama akhir pekan lalu itu. Salah satu poin paling mencolok adalah konfirmasi bersama bahwa Korea Utara harus menanggalkan senjata nuklirnya.

Dalam konteks perang AS-Israel melawan Iran, Trump dan Xi juga menegaskan bahwa Teheran tidak boleh mengembangkan senjata nuklir. Keduanya sepakat Selat Hormuz harus dibuka kembali dan tidak ada negara maupun organisasi yang diizinkan memungut tarif tol di jalur strategis tersebut.

Dokumen itu tidak menyinggung Taiwan, meski Xi dilaporkan memperingatkan potensi konflik antara dua negara terkuat di dunia jika isu tersebut tidak ditangani dengan cermat.

Di bidang ekonomi, Cina berkomitmen membeli produk pertanian AS senilai US$17 miliar per tahun hingga 2028, di luar kesepakatan pembelian kedelai yang sudah dicapai pada Oktober 2025. Beijing juga menyetujui pembelian awal 200 pesawat Boeing untuk maskapai penerbangannya.

Kedua negara turut membentuk dua institusi baru, yakni Dewan Perdagangan dan Dewan Investasi. Dewan Perdagangan dirancang untuk mengelola arus barang non-sensitif antara kedua negara, sedangkan Dewan Investasi berfungsi sebagai forum antarpemerintah untuk isu-isu investasi bilateral.

Cina juga akan menangani kekhawatiran AS soal rantai pasok logam tanah jarang, termasuk penjualan peralatan dan teknologi produksi serta pemrosesan mineral penting lainnya, menurut keterangan Washington yang dikutip kantor berita Kyodo dan Antara.

Kesepakatan Beijing pada pertemuan ini melanjutkan momentum yang sudah dibangun sejak Oktober 2025, ketika Trump dan Xi bertemu di Korea Selatan dan menyepakati gencatan perang dagang selama satu tahun. 

Ketika itu kedua negara sepakat menahan eskalasi tarif yang sempat menembus angka tiga digit, sekaligus menunda kontrol ekspor baru Cina atas mineral langka dan mengunci komitmen pembelian kedelai AS sebesar 25 juta ton per tahun untuk 2026, 2027, dan 2028.