![]() |
| Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan pemimpin Tiongkok Xi Jinping di Balai Besar Rakyat di Beijing pada hari Kamis, 14 Mei. | KENNY HOLSTON/AFP |
Harga minyak dunia melonjak lebih dari 1% pada Jumat setelah Donald Trump mengumumkan bahwa China telah sepakat membeli minyak mentah Amerika Serikat bagian dari serangkaian kesepakatan dagang yang diklaim Trump usai pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping di Beijing.
Minyak mentah berjangka Brent naik US$1,17 atau 1,11% menjadi US$106,89 per barel pada perdagangan awal sesi Asia. WTI AS mengikuti, naik US$1,10 atau 1,09% ke level US$102,27.
Pernyataan Trump disampaikan lewat wawancara yang direkam sebelumnya bersama pembawa acara Fox News Sean Hannity, setelah kedua pemimpin bertemu selama dua jam lebih di Zhongnanhai, Beijing, pada Kamis.
"Mereka telah sepakat untuk membeli minyak dari Amerika Serikat, dan mereka akan mengirimkan kapal-kapal ke Texas, Louisiana, dan Alaska," kata Trump. Dalam nada yang sedikit lebih hati-hati pada bagian lain wawancara, ia menyebut Xi "mengapresiasi gagasan" pembelian tersebut dan "ingin membahasnya lebih lanjut."
Paket lebih dari sekadar minyak
Minyak hanya satu bagian dari daftar panjang yang Trump bawa pulang dari Beijing. Ia juga mengklaim Xi menyepakati pembelian kedelai, LNG, dan produk energi lainnya ditambah 200 pesawat Boeing 737. Angka itu melampaui target awal Boeing sebesar 150 unit, meski jauh di bawah 500 unit yang sebelumnya beredar dan sempat membuat pasar berekspektasi lebih tinggi. Saham Boeing justru melemah setelah pengumuman resminya keluar.
CEO Boeing Kelly Ortberg ikut dalam rombongan delegasi Trump ke Beijing. Begitu pula CEO Nvidia Jensen Huang, yang bergabung atas undangan langsung Trump, awalnya tidak masuk daftar delegasi resmi.
Huang bertemu Trump lebih dulu di Alaska sebelum keduanya melanjutkan perjalanan ke Beijing. Dari pertemuan itu, AS mengklaim berhasil mengamankan komitmen dari sekitar 10 perusahaan China untuk membeli chip AI Nvidia H200.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan bahwa kedua negara juga membahas pembentukan *Board of Trade* dan Board of Investment untuk mengawasi hubungan dagang bilateral ke depan.
Ekspor yang justru anjlok
Klaim pembelian minyak AS ini muncul di tengah tren yang justru berjalan sebaliknya. Ekspor minyak mentah AS ke China terjun 95% sejak 2023, menjadi hanya 8,4 juta barel sepanjang 2025. Secara keseluruhan, ekspor petroleum AS ke China turun 25% secara tahunan menjadi 237,8 juta barel.
China selama ini jauh lebih bergantung pada minyak Iran. Negara itu menyerap sekitar 90% dari seluruh ekspor minyak mentah Teheran atau sekitar 1,4 juta barel per hari sepanjang 2025. Ketergantungan inilah yang membuat Selat Hormuz menjadi isu sentral dalam pembicaraan Trump-Xi, setelah jalur itu efektif tertutup sejak akhir Februari akibat konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Penutupan selat itu mengganggu sekitar 20% aliran minyak dan gas alam cair global, dan sejak saat itu harga Brent maupun WTI bertahan di kisaran atau di atas US$100 per barel.
Hormuz dan Iran
Trump dan Xi sepakat Selat Hormuz "harus tetap terbuka untuk mendukung aliran energi yang bebas," menurut keterangan resmi Gedung Putih. Xi juga menegaskan penolakan China terhadap militerisasi selat tersebut dan segala upaya memungut biaya atas penggunaannya.
Menteri Keuangan Bessent menyatakan keyakinannya bahwa China akan "melakukan apa yang mereka bisa" untuk menjaga aksesibilitas jalur itu.
Trump mengklaim Xi juga berjanji tidak akan memasok peralatan militer ke Iran — sesuatu yang Trump sebut sebagai pernyataan penting. Ia juga menyebut Xi ingin membantu membuka kembali Selat Hormuz.
Di lapangan, Iran dilaporkan sudah memberi izin terbatas bagi sejumlah kapal China untuk melintas. Fars News Agency, kantor berita semi-resmi Iran, melaporkan adanya kesepakatan untuk kapal-kapal tertentu. Stasiun penyiaran resmi IRIB menyebut sekitar 30 kapal telah melewati selat sejak Rabu malam. AS mengklaim telah mengalihkan 70 kapal dan melumpuhkan empat lainnya dalam upaya menegakkan blokade terhadap kapal yang masuk atau keluar pelabuhan Iran.
Beijing belum konfirmasi
Di balik serangkaian klaim Trump, posisi Beijing tetap hati-hati. China tidak mengimpor minyak AS sejak Mei tahun lalu, dan Washington tidak pernah menjadi sumber utama minyak mentah bagi negara pengimpor terbesar di dunia itu. Beijing juga belum secara independen mengonfirmasi komitmen pembelian energi apa pun hingga artikel ini ditulis.
Kementerian Luar Negeri China menyatakan kedua pemimpin telah menetapkan "serangkaian kesepakatan baru" dan sepakat membangun "stabilitas strategis yang konstruktif" dalam hubungan bilateral untuk tiga tahun ke depan tanpa merinci lebih lanjut.
Trump meninggalkan Beijing pada Jumat usai pertemuan kedua di Zhongnanhai, di mana ia dan Xi berjalan-jalan di sekitar taman bersejarah itu dan makan siang bersama. Sebelum berpisah, Trump mengundang Xi berkunjung ke Gedung Putih pada 24 September mendatang.

0Komentar