Pertemuan antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson yang berlangsung di Linköping, Swedia, pada Oktober 2025. | REUTERS

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson dan Menteri Pertahanan Pål Jonson di Pangkalan Udara Uppland, Uppsala, Kamis, di tengah rencana Stockholm mengumumkan transfer jet tempur JAS 39 Gripen ke Kyiv.

Laporan Ukrainska Pravda menyebut Swedia akan menyerahkan sejumlah Gripen C/D generasi lama tanpa biaya sebagai bagian dari dukungan militer untuk Ukraina. Pada saat yang sama, kedua negara juga mulai membuka negosiasi pembelian Gripen E yang lebih modern melalui skema pembiayaan berbasis pinjaman Uni Eropa.

Rencana itu menjadi kelanjutan dari surat niat yang ditandatangani Zelenskyy dan Kristersson di fasilitas Saab di Linköping pada Oktober 2025. Dokumen tersebut membuka jalan bagi kemungkinan pembelian 100 hingga 150 unit Gripen E oleh Ukraina, yang disebut-sebut berpotensi menjadi kontrak ekspor terbesar dalam sejarah industri pertahanan Swedia.

Media Ukraina, RBC Ukraina, melaporkan pembicaraan mengenai pengadaan Gripen E berjalan paralel dengan pengiriman armada lama Gripen C/D. Kyiv diperkirakan menggunakan fasilitas kredit Uni Eropa untuk mendanai pembelian jet generasi terbaru itu.

Pembicaraan antara Stockholm dan Kyiv bergerak cepat dalam beberapa bulan terakhir. Pada Mei lalu, Reuters melaporkan Menteri Pertahanan Swedia Pål Jonson mengatakan negosiasi berlangsung “dengan baik” dan tidak menutup kemungkinan kontrak ditandatangani tahun ini.

CEO Saab, Micael Johansson, juga menyampaikan optimismenya kepada stasiun televisi Swedia SVT. Ia berharap kesepakatan dapat dirampungkan pada 2026, seiring target perusahaan meningkatkan kapasitas produksi menjadi 20 hingga 30 pesawat per tahun.

Zelenskyy sebelumnya menyatakan Ukraina telah menyiapkan pembayaran awal untuk pengadaan Gripen maupun Dassault Rafale. Pada Maret 2026, ia mengatakan Kyiv menargetkan penerimaan hingga 150 unit Gripen dengan pengiriman pertama dimulai tahun depan.

“Hari ini, kami telah menandatangani dokumen pertama antara kedua negara kami, yang membuka jalan bagi Ukraina untuk mendapatkan armada jet tempur buatan Swedia dalam jumlah besar — Gripen,” demikian pernyataan kantor presiden Ukraina terkait penandatanganan surat niat pada Oktober 2025.

Bagi Ukraina, pengadaan Gripen dipandang penting untuk memperkuat kembali angkatan udaranya di tengah perang yang masih berlangsung dengan Rusia. Jet tempur buatan Saab itu kerap disebut sebagai alternatif yang lebih murah dan lebih fleksibel dibandingkan F-35 buatan AS.

Awal tahun ini, Ukraina dan Swedia juga membahas kemungkinan integrasi rudal udara-ke-udara Meteor pada armada Gripen Ukraina di masa depan. Rudal beyond-visual-range itu dikenal sebagai salah satu sistem persenjataan udara paling canggih yang digunakan negara-negara Eropa.