Momen foto bersama para pemimpin pada KTT Bucharest Nine (B9) dan Negara-negara Nordik yang diadakan di Bucharest, Rumania. | RUMANIA INSIDER


Para pemimpin dari sayap timur NATO dan negara-negara Nordik menyepakati kerangka strategis baru di Bucharest, Rabu, yang mendorong sekutu Eropa mengambil porsi lebih besar dalam pertahanan konvensional benua itu sementara Amerika Serikat tetap memegang payung nuklir dan menggeser fokusnya ke Asia.

KTT yang digelar di Istana Cotroceni ini diselenggarakan bersama oleh Presiden Rumania Nicușor Dan dan Presiden Polandia Karol Nawrocki, menghasilkan deklarasi bersama yang secara resmi memperkenalkan konsep NATO 3.0. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyebutnya sebagai "langkah logis berikutnya" dalam evolusi aliansi.

"Kita membutuhkan Eropa yang lebih kuat dalam NATO yang lebih kuat," kata Rutte kepada para wartawan.

Eropa diminta mmbil alih lebih banyak

Rutte memuji tekanan Presiden AS Donald Trump yang mendorong sekutu menaikkan anggaran pertahanan. Beberapa anggota, kata dia, kini berencana melampaui target 5% dari PDB sebelum 2035. Ia mengakui adanya "kekecewaan" di Washington atas kontribusi Eropa selama ini, namun menyatakan benua itu telah "mendengar pesannya."

Deklarasi Bucharest menegaskan Rusia sebagai "ancaman paling signifikan, jangka panjang, dan langsung" bagi keamanan sekutu, dengan menyerukan postur pertahanan yang membentang dari Laut Hitam hingga Arktik. Nawrocki memperingatkan bahwa perang di Ukraina bukan konflik terisolasi. 

"Tidak ada yang bisa mengatakan mereka tidak diperingatkan," ujarnya, seraya berargumen bahwa sayap timur NATO harus diperlakukan sebagai pusat gravitasi strategis, bukan sekadar pinggiran aliansi.

Penguatan sistem pertahanan udara dan rudal termasuk perlindungan terhadap drone mendapat penekanan khusus, menyusul berulangnya pelanggaran wilayah udara Rusia di dekat kawasan sekutu.

Zelensky tawarkan kerja sama drone

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky turut hadir dan mengusulkan perjanjian kerja sama drone bilateral antara negara-negara Eropa dan Kyiv. Ia menilai keahlian tempur Ukraina bisa menjadi aset bagi program persenjataan ulang Eropa yang lebih luas.

Rutte juga mendorong para sekutu untuk mengalokasikan 0,25% dari PDB mereka per tahun sebagai bantuan langsung ke Ukraina — proposal yang pertama kali muncul dalam pertemuan tertutup para duta besar NATO akhir April, menurut Politico. Jika diadopsi, langkah ini berpotensi hampir melipattigakan dukungan tahunan hingga sekitar US$143 miliar. Prancis dan Inggris dilaporkan merespons dengan skeptis.

KTT Bucharest berlangsung kurang dari dua bulan sebelum pertemuan para pemimpin NATO pada 7–8 Juli di Ankara, di mana target pengeluaran 5% dan dukungan untuk Ukraina diperkirakan akan mendominasi pembahasan. 

Hungaria menjadi satu-satunya pihak yang melampirkan "constructive abstention" pada deklarasi tersebut, sebagai sinyal bahwa negara itu tidak dapat mendukung seluruh ketentuan yang tercantum.