![]() |
| Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, saat tiba di Beijing, China pada Rabu (14/5/2026). KENY HOLSTON/NYT |
Elon Musk terbang ke Beijing pekan ini bukan sekadar ikut dalam iring-iringan delegasi bisnis Presiden Donald Trump, perjalanan itu punya agenda konkret: mengejar persetujuan regulasi untuk sistem Full Self-Driving (FSD) Tesla di pasar otomotif terbesar di dunia.
Kunjungan Trump ke China pada 13–15 Mei ini adalah yang pertama oleh presiden Amerika Serikat dalam hampir satu dekade. Ia datang bersama sekitar 17 CEO, termasuk Tim Cook dari Apple dan Jensen Huang dari Nvidia. Bagi Musk, taruhannya lebih besar dari sekadar gestur diplomatik. Gigafactory Shanghai adalah jantung produksi Tesla, dan izin FSD di China sudah tertunda berkali-kali.
Dalam rapat pemegang saham tahunan November 2025, Musk menyebut otoritas China pernah mengindikasikan persetujuan penuh FSD bisa datang "sekitar Februari atau Maret" 2026. Jadwal itu meleset. Saat panggilan pendapatan Q1 April lalu, para eksekutif menggeser target ke kuartal ketiga 2026.
Tesla sudah membangun fondasi lokal untuk memenuhi tuntutan regulasi Beijing: pusat data di Shanghai dan kemitraan pemetaan dengan Baidu. Xi Jinping sendiri menyampaikan kepada delegasi bahwa pintu China akan semakin terbuka lebar bagi bisnis asing.
Robotaxi Tesla bermasalah di AS
Di kandang sendiri, layanan robotaxi tanpa pengemudi Tesla justru sedang dalam tekanan. Layanan yang mulai beroperasi di Austin, Texas, pada Juni 2025 dan diperluas ke Dallas serta Houston pada April 2026 itu menghadapi masalah keandalan yang cukup serius.
Investigasi Reuters yang terbit pekan ini mendokumentasikan pengalaman seorang reporter yang memantau ketersediaan layanan di Austin sebanyak delapan kali sehari selama tiga minggu pada April.
Hasilnya, sekitar separuh dari pemeriksaan itu berujung pada waktu tunggu lebih dari 15 menit, dan pada 27% pemeriksaan lainnya tak ada satu pun kendaraan yang tersedia. Titik pengantaran pun kadang jauh dari tujuan yang diinginkan penumpang.
Di Dallas, ceritanya lebih parah datang dari seorang reporter menunggu hampir dua jam untuk perjalanan 20 menit yang oleh Uber dikutip hanya delapan menit.
Tesla saat ini mengoperasikan sekitar 50 kendaraan di Austin, jauh di bawah lebih dari 250 unit armada Waymo di kota yang sama, menurut pejabat kota yang dikutip Electrek. Musk menyebut kendala utamanya adalah "validasi yang ketat," karena perusahaan berupaya keras menghindari insiden atau cedera sekecil apa pun.
Eropa izinkan FSD, tapi sangat terbatas
Di Eropa, kemajuan FSD Tesla berjalan tertatih. Wilayah Flemish di Belgia baru-baru ini menjadi pasar kedua di benua itu yang mengizinkan FSD, setelah Belanda memberikan persetujuan sementara pada 10 April.
Namun izin di Flemish sangat terbatas. Hanya satu kendaraan dengan plat nomor uji, berlaku hingga 5.000 kilometer. Jika hasilnya positif, Belgia berencana beralih ke persetujuan tipe sementara yang mencakup seluruh wilayahnya.
Jalan menuju otorisasi lebih luas di tingkat EU masih penuh hambatan. Surat elektronik yang diperoleh Reuters dari para regulator Eropa memperlihatkan kekhawatiran soal perilaku sistem FSD saat melebihi batas kecepatan, keselamatan di jalan bersalju, hingga pertanyaan apakah nama "Full Self-Driving" berpotensi menyesatkan pengemudi.
Regulator dari Swedia, Finlandia, Denmark, dan Norwegia telah menyampaikan keberatan menjelang pemungutan suara Komite Teknis Kendaraan Bermotor EU yang dijadwalkan pada 30 Juni.

0Komentar