![]() |
| Sebuah rudal balistik antarbenua Yars ditembakkan sebagai bagian dari latihan nuklir Rusia dari lokasi peluncuran di Plesetsk, barat laut Rusia. MINISTRY OF DEFENSE PRESS SERVICE |
Rusia memulai latihan nuklir berskala besar pada Selasa, 19 Mei, hanya berselang dua hari setelah Ukraina melancarkan serangan drone paling masif ke wilayah Moskwa sejak perang skala penuh meletus pada 2022.
Latihan itu melibatkan 64.000 personel dan 7.800 unit perlengkapan militer, termasuk uji coba peluncuran rudal balistik dan jelajah. Reuters melaporkan, mengutip kementerian pertahanan Rusia, bahwa latihan selama tiga hari ini akan mempraktikkan persiapan dan penggunaan kekuatan nuklir dalam menghadapi agresi.
Lebih dari 200 peluncur rudal, 140 pesawat, 73 kapal permukaan, dan 13 kapal selam dikerahkan termasuk delapan kapal selam nuklir strategis. Latihan ini juga mencakup pelatihan penggunaan senjata nuklir taktis Rusia yang ditempatkan di Belarus.
Serangan drone Ukraina pada Sabtu malam hingga Minggu, 17 Mei, menghantam sejumlah titik di kawasan Moskwa. Setidaknya empat orang tewas dan lebih dari selusin lainnya luka-luka.
Kementerian Pertahanan Rusia menyebut lebih dari 1.000 drone Ukraina berhasil ditembak jatuh atau dijammer dalam 24 jam sebelumnya, dengan 556 di antaranya dicegat dalam semalam di 14 wilayah.
Gubernur wilayah Moskwa Andrei Vorobyev mengonfirmasi tiga korban jiwa di wilayahnya. Seorang wanita tewas saat drone menghantam rumahnya di Khimki, tepat di barat laut ibu kota, sementara dua pria meninggal di desa Pogorelki sekitar 10 kilometer dari pusat kota. Korban keempat jatuh di wilayah Belgorod dekat perbatasan Ukraina. Kedutaan Besar India di Rusia turut mengonfirmasi satu warganya tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan yang sama.
Wali Kota Moskwa Sergei Sobyanin melaporkan sedikitnya 12 orang luka-luka di kota itu, sebagian besar di sekitar pintu masuk sebuah kilang minyak. Puing-puing drone juga jatuh di area Bandara Sheremetyevo, bandara tersibuk di Rusia, meski operasional penerbangan tidak terganggu.
Menurut kantor berita negara TASS, 81 drone diarahkan ke Moskwa dalam semalam, menjadikannya serangan terbesar terhadap ibu kota sejak perang dimulai.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan serangan itu sepenuhnya dapat dibenarkan. "Drone-drone itu menempuh lebih dari 500 kilometer dari perbatasan Ukraina dan berhasil menembus sistem pertahanan udara berlapis Rusia di sekitar ibu kota," ujarnya.
Dinas keamanan SBU Ukraina menyatakan target serangan adalah kilang minyak dan stasiun pompa minyak di kawasan Moskwa.
Rusia tak tinggal diam. Sebanyak 287 drone dilepaskan ke seluruh wilayah Ukraina dalam semalam hingga Minggu, dan 279 di antaranya berhasil dicegat atau dijam oleh angkatan udara Ukraina.
Pada Selasa (19/5), giliran infrastruktur pelabuhan di kota Izmail yang menjadi sasaran serangan udara Rusia. Izmail adalah pelabuhan terbesar Ukraina di Sungai Danube, yang berbatasan langsung dengan Rumania.
Kampanye drone jarak jauh Ukraina memang kian intens dalam beberapa pekan terakhir, terutama menyasar infrastruktur energi Rusia.
Reuters melaporkan Ukraina menyerang kilang minyak Perm milik Rusia pada 7 Mei, menghentikan seluruh proses pengolahan di fasilitas yang menangani sekitar 250.000 barel per hari. Rusia sendiri mengklaim menghancurkan lebih dari 3.100 drone Ukraina dalam sepekan yang berakhir 17 Mei.
Eskalasi ini datang setelah serangan rudal Rusia pada 14 Mei yang menghantam sebuah blok apartemen di Kyiv, menewaskan 24 orang termasuk tiga anak. Zelenskyy menyebut serangan itu sebagai pembenaran atas kampanye balasan yang terus dilancarkan Ukraina.

0Komentar