Puing drone kamikaze buatan lokal Rusia yang dikenal dengan nama Garpiya-A1. | Press Service of the National Police of Ukraine

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa rudal-rudal yang Rusia gunakan dalam serangan mematikan di Kyiv pekan ini mengandung komponen dari perusahaan-perusahaan di Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat. Pernyataan itu memperbarui tekanan kepada pemerintah-pemerintah Barat agar memperketat penegakan sanksi terhadap industri pertahanan Moskwa.

Serangan pada malam 13-14 Mei menewaskan 24 orang, termasuk tiga anak. Rudal jelajah Rusia menghancurkan sebagian gedung apartemen sembilan lantai di distrik Darnytskyi, Kyiv. 

Angkatan Udara Ukraina menyebut serangan ini bagian dari ofensif udara terbesar dalam empat tahun perang, dengan lebih dari 1.560 drone dan 56 rudal diluncurkan dalam dua hari.

"Dalam serangan pekan ini di Kyiv, Rusia menggunakan rudal yang diproduksi tahun ini. Tanpa komponen dari perusahaan-perusahaan di Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat, Rusia tidak akan mampu memproduksi rudal-rudal ini," kata Zelenskyy, sebagaimana dilaporkan Ukrainska Pravda. Ia juga memperingatkan bahwa serangan berikutnya "bisa diarahkan ke Eropa."

Financial Times melaporkan bahwa setiap rudal jelajah Kh-101 yang ditemukan dari puing-puing serangan di Kyiv mengandung lebih dari 100 komponen buatan Barat. Vladyslav Vlasiuk, komisioner kebijakan sanksi kepresidenan Ukraina, mengonfirmasi kepada surat kabar itu bahwa analisis menunjukkan rudal-rudal tersebut diproduksi pada kuartal kedua 2026.

Satu unit Kh-101 identik yang diperiksa setelah serangan 20 Januari sebelumnya ditemukan memuat mikrocip dari Texas Instruments, AMD, dan Kyocera AVX, serta komponen dari Harting Technology Group asal Jerman dan Nexperia asal Belanda. Nomor seri komponen-komponen itu bertanggal 2024 dan 2025. Komponen buatan China dan Taiwan juga berhasil diidentifikasi dari puing-puing yang sama.

Zelenskyy menandatangani dekret sanksi baru pada 14 Mei yang menargetkan 26 individu dan 31 entitas yang terkait dengan kompleks industri militer Rusia, termasuk produsen komponen untuk rudal Kh-101 dan Iskander-K.

Vlasiuk menyatakan Ukraina akan berbagi intelijen terperinci dengan para mitra untuk menyelaraskan penegakan sanksi lintas yurisdiksi. "Sanksi-sanksi ini menyerang jantung kompleks industri militer Rusia, mulai dari produsen senjata dan pemasok komponen penting hingga jaringan yang memfasilitasi penghindaran sanksi," ujarnya.

Temuan ini menyoroti celah yang terus terbuka antara pembatasan ekspor luas yang diberlakukan terhadap Rusia sejak 2022 dan pelaksanaannya di lapangan, di mana jaringan perantara masih leluasa menyalurkan elektronik sensitif ke pabrik-pabrik senjata Moskwa.