![]() |
| Jamal Khashoggi, jurnalis asal Arab Saudi yang meninggal di konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, awal Oktober 2018. | ERDEM SAHIN/EPA |
Prancis resmi membuka penyelidikan terhadap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018. Seorang hakim investigasi telah ditunjuk untuk menangani kasus ini, dikonfirmasi kantor jaksa anti-terorisme nasional Prancis kepada AFP pada Jumat.
Penunjukan hakim ini menandai terobosan nyata setelah bertahun-tahun organisasi hak asasi manusia berupaya mendorong akuntabilitas hukum terhadap putra mahkota melalui jalur peradilan Prancis.
Kasus ini bermula dari pengaduan yang diajukan pada Juli 2022 oleh tiga lembaga, yakni Democracy for the Arab World Now (DAWN), Open Society Justice Initiative, dan TRIAL International ke pengadilan Paris. Dokumen setebal 42 halaman itu berargumen bahwa Mohammed bin Salman ikut bertanggung jawab atas penyiksaan, penghilangan paksa, dan pembunuhan Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018.
Pengaduan diajukan berdasarkan yurisdiksi universal, sebuah prinsip dalam hukum Prancis yang memungkinkan penuntutan atas kejahatan yang dilakukan di luar negeri oleh warga negara asing, asalkan tersangka berada di wilayah Prancis.
Selama hampir dua tahun setelah pengaduan masuk, jaksa penuntut umum tidak kunjung menunjuk hakim investigasi. Pada Juni 2023, DAWN secara terbuka mengkritik penundaan tersebut karena hampir setahun berlalu tanpa perkembangan berarti.
Siapa Khashoggi
Khashoggi adalah warga AS dan kolumnis The Washington Post yang dikenal karena pandangannya yang kritis terhadap pemerintah Arab Saudi. Ia tewas dibunuh dan dimutilasi di dalam konsulat Saudi di Istanbul saat mengunjunginya untuk mengurus dokumen pernikahan. Jasadnya tidak pernah ditemukan.
![]() |
| Putra Mahkota Mohammed bin Salman. | AFP |
Penilaian intelijen AS yang dirilis pada 2021 menyimpulkan bahwa Mohammed bin Salman memikul tanggung jawab langsung atas operasi itu.
Sebelumnya, pada 2019, Pelapor Khusus PBB Agnès Callamard telah merilis hasil investigasi yang menyebut pembunuhan Khashoggi sebagai eksekusi di luar jalur hukum yang telah direncanakan sebelumnya, dengan Kerajaan Arab Saudi sebagai pihak yang bertanggung jawab.
Arab Saudi menggelar persidangan tertutup terhadap 11 tersangka dan membantah bahwa putra mahkota memerintahkan pembunuhan itu. Pada 2022, pengadilan Turki menghentikan perkaranya sendiri dan mengalihkan kasus ke Arab Saudi, langkah yang dikecam luas oleh kelompok hak asasi manusia.
Pertanyaan soal kekebalan hukum
Langkah Prancis ini tidak otomatis bebas hambatan. Pada Desember 2022, seorang hakim federal AS menolak gugatan perdata terhadap Mohammed bin Salman atas dasar kekebalan kepala negara. Hakim itu menyatakan bahwa meskipun tuduhan keterlibatannya "dapat dipercaya," ia terlindungi sebagai kepala negara. Pemerintahan Biden sebelumnya juga telah memberikan kekebalan hukum kepadanya dari gugatan serupa di AS.
Apakah investigasi Prancis bisa melampaui hambatan kekebalan yang sama masih menjadi pertanyaan terbuka.
Reporters Without Borders pernah mengajukan laporan terpisah di Jerman pada 2021, menyebut Mohammed bin Salman dan empat pejabat Saudi lainnya sebagai tersangka utama.
Penunjukan hakim investigasi di Paris kini membuka jalur pemeriksaan resmi terhadap saksi-saksi dan pengumpulan bukti dalam kasus yang berpotensi menjadi salah satu perkara yurisdiksi universal paling bersejarah dalam sistem hukum Prancis.


0Komentar