Presiden Prabowo Subianto meminta BUMN PT Pindad mendesain mobil khusus presiden berbahan kaca transparan agar warga yang menyambutnya dalam kunjungan kerja bisa melihat langsung dirinya dari luar kendaraan.
Permintaan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan operasionalisasi 1.061 unit Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5), yang dipantau secara daring melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
"Ini saya sedang berpikir meminta Pindad, mencoba mendesain mobil khusus presiden menggunakan kaca," kata Prabowo.
Gagasan itu muncul dari pengalaman langsung Prabowo saat kunjungan kerja. Ia menyebut antusiasme warga yang menunggu lama di sepanjang jalan membuatnya merasa tidak nyaman jika hanya duduk di dalam kendaraan tertutup.
"Rakyat begitu banyak di luar jalan, masa presiden di dalam kendaraan kan tidak lucu, terpaksa aku berdiri," ujarnya.
Prabowo menginginkan desain yang memungkinkan dirinya tetap duduk namun tetap terlihat jelas oleh warga. Ia juga menyebut keinginan warga untuk bersalaman dengannya sebagai salah satu alasan ia terpaksa berdiri dan mengulurkan tangan.
"Yang ada kursi tapi kelihatan saya sedang berdiri. Boleh dong? Eh saya ini sudah 75 tahun. Saya kasihan rakyat sudah menunggu lama, tapi saya semangat," ucapnya.
PT Pindad adalah BUMN yang bergerak di bidang manufaktur produk pertahanan dan industri, mencakup senjata, munisi, kendaraan khusus, hingga cyber security. Perusahaan ini sebelumnya juga memproduksi Maung, kendaraan dinas yang digunakan Prabowo.
Kunjungan kerja Prabowo ke Jawa Timur hari ini mencakup tiga agenda di Nganjuk dan Tuban, berfokus pada penguatan ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan. Di Nganjuk, ia meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah, serta peluncuran ribuan koperasi desa. Setelahnya, Prabowo bertolak ke Tuban untuk menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II 2026.
Turut mendampingi dalam penerbangan antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

0Komentar