Prabowo Subianto berpartisipasi dalam pertukaran bilateral di Pentagon, Washington, D.C., 24 Agustus 2023. | U.S. SECRETARY OF DEFENSE

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah mantan pejabat ekonomi era pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ke Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, untuk membahas pengalaman Indonesia menghadapi krisis keuangan global 2008. Pertemuan itu berlangsung ketika pemerintah menghadapi tekanan baru dari gejolak ekonomi global dan pelemahan rupiah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dirinya bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendampingi Prabowo dalam diskusi tersebut. 

Sejumlah tokoh yang hadir antara lain mantan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah, mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Paskah Suzzeta, dan mantan Wakil Kepala Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo.

Menurut Airlangga, pembahasan difokuskan pada pengalaman pemerintah periode 2004–2014 dalam meredam tekanan ekonomi, mulai dari lonjakan inflasi hingga gejolak nilai tukar akibat kenaikan harga minyak dunia yang sempat menyentuh US$140 per barel pada pertengahan 2000-an.

“Jika kita melihat konteks saat ini, situasi makroekonomi kita relatif lebih baik, fundamentalnya lebih kuat, dan pelemahan rupiah sekitar 5%. Ini jauh lebih rendah dibandingkan kasus-kasus sebelumnya,” kata Airlangga.

Pemerintahan Prabowo dalam beberapa pekan terakhir memang menghadapi tekanan dari volatilitas pasar global. Bank Indonesia baru saja menaikkan suku bunga acuan dan menyiapkan serangkaian langkah untuk menopang rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi internasional.

Prabowo juga mendorong kebijakan baru di sektor komoditas, termasuk rencana memusatkan ekspor melalui badan usaha milik negara untuk menekan kebocoran pendapatan negara yang disebut telah berlangsung selama puluhan tahun.

Burhanuddin Abdullah mengatakan pengalaman Indonesia saat menghadapi lonjakan harga bahan bakar minyak pada 2005 masih relevan dengan situasi saat ini. Saat itu, pemerintah menaikkan harga BBM hingga 126% akibat tekanan eksternal dan lonjakan harga energi global.

Ia menilai koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter perlu diperkuat agar respons pemerintah terhadap tekanan ekonomi lebih terukur dan rinci.

Selain membahas stabilitas makroekonomi, Prabowo meminta jajarannya meninjau ulang regulasi sektor keuangan. Airlangga mengatakan pemerintah sedang mengkaji langkah untuk memperkuat permodalan bank di tengah struktur industri perbankan nasional yang dinilai masih terlalu terfragmentasi dan membutuhkan konsolidasi lebih lanjut.