Prabowo di Rapat Kerja bersama anggota Kabinet Merah Putih, seluruh pejabat Eselon I kementerian/lembaga, serta para Direktur Utama BUMN yang digelar di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 8 April 2026. | BPMI SETPRES


Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat di lingkungan pemerintahannya tidak berfokus pada besaran gaji yang diterima. Ia mengingatkan para menteri, pejabat, dan perwira tinggi untuk membandingkan kondisi mereka dengan masyarakat miskin yang masih menghadapi tekanan ekonomi.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri penyerahan hasil penertiban kawasan hutan berupa denda administrasi senilai Rp10,27 triliun di Kejaksaan Agung, Rabu, 13 Mei 2026. Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung soal keluhan mengenai pendapatan pejabat negara yang menurutnya relatif kecil jika dibandingkan beban pekerjaan mereka.

“Saya mengerti jenderal-jenderal, pejabat-pejabat, menteri-menteri, saya tahu, saya tahu gaji kalian kecil, relatif. Tapi dibandingkan rakyat yang paling miskin?” ujar Prabowo dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden.

Ia kemudian meminta para pejabat tidak melihat kondisi kelompok yang lebih mapan. “Jadi jangan lihat ke atas, lihat mereka yang lebih susah dari kalian,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung kebijakan kenaikan gaji hakim yang dilakukan pemerintahannya. Ia menyebut langkah itu sebagai bagian dari komitmen memperkuat lembaga peradilan dan meningkatkan kesejahteraan aparat hukum.

Menurut Prabowo, informasi mengenai kenaikan pendapatan hakim Indonesia dibanding Malaysia disampaikan langsung oleh Ketua Mahkamah Agung Sunarto usai menghadiri pertemuan para ketua Mahkamah Agung negara-negara ASEAN.

“Minggu lalu, Ketua Mahkamah Agung ketemu saya dan beliau sampaikan ke saya, beliau habis rapat ketua-ketua MA se-ASEAN. Kemudian Ketua MA Malaysia sampaikan ke Ketua MA Indonesia, dia sampaikan, ‘Yang Mulia, saya salut sama Indonesia. Pertama kali gaji hakim Indonesia di atas gaji hakim Malaysia,’” tutur Prabowo.

Ia mengatakan kenaikan itu juga berlaku bagi hakim junior di Indonesia. “Gaji hakim paling junior Indonesia, sudah hampir dua kali hakim paling junior Malaysia,” ucapnya.

Prabowo turut meminta kalangan eksekutif dan legislatif tidak mempersoalkan kebijakan tersebut. Pemerintah sebelumnya menaikkan gaji dan tunjangan hakim hingga 280%.

“Salah satu langkah kami pertama adalah menaikkan gaji-gaji hakim kita hampir 300%. Saya maunya 300%, tapi Menteri Keuangan hanya setuju 280%. Okelah,” kata Prabowo.

Selain hakim, ia menyebut pemerintah juga berencana menaikkan gaji panitera dan staf pengadilan.