Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pendahuluan tentang RUU APBN Tahun 2026 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (15/8/2025). | BPMI SETPRES

Presiden Prabowo Subianto menyebut posisi Indonesia di mata dunia semakin diperhitungkan. Dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026), ia mengklaim banyak negara kini justru meminta bantuan kepada Indonesia, termasuk negara-negara yang secara ekonomi lebih besar.

Salah satu bentuk bantuan yang dimaksud adalah ekspor pupuk. Prabowo menyebut Australia, India, Brasil, dan Filipina sebagai negara-negara yang telah meminta pasokan dari Indonesia.

"Kita diminta bantuan oleh Australia, kita berikan, India, Brazil, Filipina. Bayangkan Indonesia sekarang bisa membantu negara-negara lebih kaya dari kita," ujar Prabowo.

Pernyataan itu ia sampaikan beriringan dengan penegasan bahwa Indonesia adalah negara dengan kekayaan alam yang besar. Namun Prabowo meminta publik tidak terlena. Menurutnya, masih banyak kekurangan yang harus dihadapi dengan jujur.

"Ini jangan membuat kita sombong, tapi ini membuat kita lebih percaya diri. Memang masih ada banyak kekurangan dan saya orang yang selalu mengajak ayo kita berani menghadapi kekurangan kita, kita berani menghadapi kesulitan," tutur Prabowo.

Ia juga menyinggung soal penyelewengan sebagai hambatan utama pertumbuhan Indonesia. Prabowo menyerukan kerja sama semua pihak untuk memberantasnya.

"Kita harus bisa mengatasi penyelewengan di negeri kita, kalau demikian, kita akan tumbuh luar biasa," pungkasnya.

Di bagian lain pidatonya, Prabowo berbicara soal harapan rakyat Indonesia yang menurutnya jauh dari ambisi berlebihan. Rakyat, kata dia, hanya ingin hidup layak.

"Rakyat kita tidak bermimpi untuk mengalami kehidupan yang kaya raya, tapi mereka bermimpi untuk bisa hidup dengan layak, dengan baik. Mereka bermimpi bisa makan dengan baik tiap hari, bisa memberi susu untuk anak-anaknya, bisa mencari obat bilamana anak mereka sakit atau bapak mereka sakit," kata Prabowo.

Akses pendidikan dan pekerjaan yang layak juga masuk dalam gambaran yang ia lukiskan. "Mereka bermimpi bisa punya rumah yang layak. Mereka bermimpi bisa melihat anaknya berangkat sekolah dengan sehat. Mereka bermimpi bahwa orang tuanya bisa dapat pekerjaan yang baik dengan pendapatan yang cukup," tutur dia.

Prabowo mengaitkan komitmen itu dengan mandat konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945. Setelah mengevaluasi data dan angka kekayaan negara, ia mengaku semakin yakin bahwa menjalankan amanat konstitusi harus menjadi tanggung jawab bersama.

"Bumi dan air dan semua kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Itu adalah cita-cita pendiri bangsa kita, dan hanya itu yang bisa membuat kita tinggal landas mencapai cita-cita kita semua," tandasnya.