Presiden RI, Prabowo Subianto. BPMI SETPRES

Prabowo Pidato Langsung ke DPR, Bank Indonesia Putuskan Suku Bunga di Hari yang SamaPresiden Prabowo Subianto memilih menyampaikan sendiri kerangka anggaran 2027 ke parlemen, sebuah langkah yang belum pernah dilakukan presiden Indonesia mana pun sebelumnya tepat di hari Bank Indonesia mengumumkan keputusan suku bunga di tengah tekanan berat terhadap rupiah.

Presiden Prabowo Subianto turun langsung ke DPR pada Rabu, 20 Mei, menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal untuk Rancangan Anggaran 2027 kepada para anggota parlemen. Lazimnya, tugas ini didelegasikan kepada menteri keuangan. Tidak ada presiden Indonesia yang pernah melakukannya sendiri sebelum ini.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak ada larangan hukum yang menghalangi langkah tersebut. "Dokumen ini memuat program-program prioritas presiden yang akan menjadi acuan arah kebijakan," kata Purbaya.

Pidato itu datang di tengah kondisi pasar yang sedang tertekan. Indeks Harga Saham Gabungan anjlok 3,5% pada 19 Mei ke level 6.371, membawa pelemahannya sejak awal tahun melampaui 26%. 

Rupiah menyentuh rekor terendah sepanjang masa di angka 17.705 per dolar AS. Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun sedikit mereda ke 6,78%, meski tetap tinggi di tengah gejolak pasar negara berkembang yang dipicu konflik Iran dan gangguan di Selat Hormuz.

Buyback SBN dan intervensi BI

Jauh sebelum Prabowo naik podium, pemerintah sudah bergerak. Kementerian Keuangan mengonfirmasi telah membeli Surat Berharga Negara senilai Rp2,22 triliun hingga 19 Mei, dilakukan secara bertahap sejak 12 Mei sebagai bagian dari program buyback harian senilai Rp2 triliun.

Purbaya pertama kali mengumumkan intervensi ini pada 11 Mei, saat rupiah melemah ke Rp17.500 per dolar. Ia menyebut pemerintah akan menggunakan dana stabilisasi obligasi dan sumber daya anggaran yang tersedia untuk menahan pelemahan imbal hasil lebih jauh.

Program ini berjalan seiring dengan intervensi Bank Indonesia di pasar valuta asing. Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan kepada parlemen bahwa bank sentral telah bekerja "all out" dalam melakukan intervensi, meski cadangan devisa tahun ini sudah terkuras sekitar US$10 miliar.

Keputusan suku bunga

Pada hari yang sama, Bank Indonesia mengumumkan keputusan suku bunganya yang dinantikan pasar. Mayoritas tipis ekonom dalam survei Reuters, 16 dari 29 responden, memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,00%, mengakhiri jeda yang telah berlangsung sejak September 2025.

Dorongan utama di balik ekspektasi pengetatan itu adalah pertahanan nilai tukar. Rupiah telah melemah lebih dari 5% sejak awal tahun, dihantam derasnya arus keluar portofolio dan memudarnya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan di bawah pemerintahan Prabowo.

Menurut MUFG Research, nada pernyataan yang menyertai keputusan BI akan sama pentingnya dengan keputusan itu sendiri, terutama soal kemungkinan pengetatan lebih lanjut dan sinyal pertahanan nilai tukar ke depan.

Pasar juga mencermati laporan bahwa Indonesia berencana membentuk entitas negara baru untuk memusatkan kendali atas ekspor komoditas, sebuah rencana yang sudah memantik kekhawatiran investor lebih awal dalam pekan ini.