![]() |
| Menteri Sosial Syaifullah Yusuf. ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo |
Pengadaan barang untuk program sekolah rakyat di Kementerian Sosial kembali menjadi sorotan. Setelah pembelian sepatu, kaus kaki, hingga bingkai foto presiden dan wakil presiden ramai diperbincangkan, kini muncul pengadaan mesin cuci dan kompor dengan nilai miliaran rupiah.
Data dalam sistem pengadaan nasional Inaproc menunjukkan Kementerian Sosial menggelontorkan Rp 2,92 miliar untuk pembelian mesin cuci. Pengadaan itu dipecah menjadi enam paket berbeda. Sebagian paket berstatus selesai atau completed, sementara lainnya masih dalam proses kontrak dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Tak hanya itu, pengadaan kompor untuk sekolah rakyat juga tercatat mencapai Rp 4,29 miliar. Pembelian tersebut dibagi ke dalam 14 paket pengadaan dengan status beragam, mulai dari selesai, proses kontrak, hingga tahap pengiriman dan penerimaan barang.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membenarkan adanya pembelian mesin cuci untuk kebutuhan sekolah rakyat. Menurut dia, fasilitas itu disiapkan agar siswa dapat mencuci pakaian mereka di lingkungan sekolah.
“Tapi lengkapnya, detailnya jangan sekarang, deh. Nanti, besok, akan kami sampaikan semua dalam konferensi pers,” kata Gus Ipul saat ditemui di kantor Kementerian Sosial pada Selasa, 12 Mei 2026.
Ia mengatakan seluruh pengadaan dalam program sekolah rakyat akan melalui proses audit. “Intinya semua yang dibelanjakan itu pasti diaudit. Enggak mungkin enggak diaudit,” ujar dia.
Sorotan terhadap pengadaan sekolah rakyat sebelumnya juga muncul lewat pembelian bingkai foto presiden dan wakil presiden. Berdasarkan dokumen realisasi pengadaan yang dipublikasikan Inaproc dan diunduh Tempo, nilai pengadaan untuk kebutuhan tersebut mencapai Rp 4,14 miliar.
Dokumen itu mencatat setidaknya ada empat paket pengadaan foto bingkai Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk kebutuhan sekolah rakyat. Tiga paket menggunakan anggaran tahun 2025, sedangkan satu paket lainnya berasal dari anggaran 2026.
Pada pengadaan tahun lalu, Kementerian Sosial tercatat mengalokasikan Rp 806 juta untuk paket bernama “Pengadaan Non Operasional Foto Bingkai Presiden Wapres”. Status proyek itu masih tertulis “dalam proses”.
Kementerian juga merealisasikan pembelian paket “Foto Bingkai Presiden dan Wapres SR 1C” senilai Rp 519 juta, ditambah pengadaan serupa melalui kontrak lain sebesar Rp 91 juta.
Di tahun anggaran 2026, nilai pengadaan meningkat menjadi Rp 2,72 miliar. Dalam paket tersebut, kementerian juga membeli figur lambang Garuda untuk perlengkapan ruang kelas sekolah rakyat.
Gus Ipul mengakui pengadaan foto bingkai presiden dan wakil presiden memang dilakukan untuk program sekolah rakyat. Ia mengatakan detail pengadaan dapat ditelusuri melalui unit pelaksana dan pejabat yang bertanggung jawab atas pengadaan barang dan jasa di kementeriannya.
“Yang bisa menjelaskan lebih detail itu adalah penanggung jawabnya. Kalau saya yang menjelaskan nanti malah keliru,” kata dia saat ditemui di kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

0Komentar