![]() |
| Pilot Angkatan Udara Prancis menyiapkan pesawat tempur multirole Dassault Rafale di Pangkalan Udara Paya Lebar, Singapura, pada 28 Juni 2023. | ROSLAN RAHMAN |
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menyepakati penguatan kerja sama strategis di bidang pertahanan dalam kunjungan kenegaraan di Istana Élysée, Paris, pekan ini.
Kesepakatan tersebut membuka peluang pengadaan tambahan alutsista buatan Prancis, termasuk jet tempur Rafale, kapal selam Scorpene, dan fregat ringan.
Kerja sama itu dituangkan dalam sebuah surat niat yang ditandatangani kedua negara. Macron menyebut dokumen tersebut dapat menjadi landasan bagi pesanan baru peralatan pertahanan Prancis oleh Indonesia. Menurutnya, Indonesia merupakan mitra strategis utama Prancis di kawasan Indo-Pasifik.
Penguatan hubungan pertahanan berlangsung di tengah upaya Jakarta memperluas dan mendiversifikasi sumber pengadaan alutsista.
Indonesia sebelumnya telah menandatangani kontrak pembelian pesawat tempur Rafale senilai US$8,1 miliar pada 2022 ketika Prabowo masih menjabat sebagai menteri pertahanan. Dalam skema tersebut, Indonesia dijadwalkan memperoleh puluhan pesawat Rafale yang pengirimannya dilakukan secara bertahap.
Selain isu pertahanan, kedua pemimpin membahas percepatan perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa telah bernegosiasi selama beberapa tahun untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan yang diharapkan dapat memperluas akses pasar dan investasi.
Dalam pertemuan itu, Prabowo juga menyoroti kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan. Ia mengungkapkan telah menginstruksikan agar pembelajaran bahasa Prancis diperluas di berbagai jenjang pendidikan di Indonesia.
"Saya telah menginstruksikan agar semua tingkatan sekolah di Indonesia harus mempelajari bahasa Prancis, mengingat perkembangan global di masa mendatang," kata Prabowo dalam siaran yang ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Kunjungan ke Paris ini menjadi lawatan ketiga Prabowo ke Prancis sepanjang 2026. Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari undangan Macron yang sebelumnya sempat tertunda.
Pada kesempatan yang sama, Indonesia dan Prancis juga menandatangani sejumlah deklarasi bersama di bidang pendidikan, penelitian, serta mobilitas akademik. Pernyataan bersama kedua negara turut memuat kerja sama dalam transisi energi, pengembangan energi terbarukan, dan penguatan kemitraan strategis di berbagai sektor.

0Komentar