Presiden China Xi Jinping (kanan) dan Presiden Trump mengunjungi Kuil Surga pada hari Kamis di Beijing. | CCTV


Pertemuan puncak Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing pada Kamis berlangsung di tengah serangkaian bentrokan fisik antara kru kamera Amerika Serikat dan China, kekacauan yang mencoreng citra kunjungan kenegaraan yang sudah dirancang ketat itu.

Insiden pertama pecah saat Trump memasuki ruang konferensi di Balai Agung Rakyat untuk memulai pembicaraan bilateral. Sebuah kamera terjatuh ke lantai, dan teriakan umpatan termasuk "get the f--- out of here" tertangkap dalam rekaman yang beredar. 

Video lain dari dalam gedung memperlihatkan konfrontasi antara petugas keamanan China dan kelompok media AS, di mana jurnalis Amerika yang hendak meliput sambutan pembukaan dihadang secara fisik oleh penjaga China.

Mengutip Axios, Rombongan pers Trump sempat tertahan hampir 30 menit setelah pihak keamanan China menolak masuknya agen Secret Service bersenjata ke venue tersebut. Di momen lain, saat kunjungan ke Kuil Surga, kelompok pers kepresidenan AS dikurung di sebuah ruangan oleh keamanan China. 

Para perwakilan media Amerika terdengar berdebat bahwa mereka sedang "melewatkan sejarah" ketika berusaha mengejar iring-iringan kendaraan kepresidenan.

Gesekan semacam ini bukan pertama kalinya terjadi. Saat kunjungan Trump ke Beijing pada 2017, petugas keamanan China pernah menghadang seorang ajudan militer AS yang membawa nuclear football — koper berisi kode senjata nuklir darurat — dari memasuki Balai Agung Rakyat. Insiden itu memanas ketika Kepala Staf saat itu, John Kelly, turun tangan, dan seorang agen Secret Service menghempaskan petugas keamanan China ke tanah.

Di hadapan publik, kedua pemimpin tampil hangat. Xi menyambut Trump dengan upacara kehormatan, lengkap dengan pasukan penjaga dan anak-anak yang melambai-lambaikan bendera kedua negara. 

Trump menyebut pertemuannya dengan Xi sebagai "suatu kehormatan" dan menggambarkan kemudahan komunikasi di antara keduanya. "Saya akan menghubungi Anda, dan Anda akan menghubungi saya," kata Trump.

Namun di balik gestur itu, Xi mengambil nada yang jauh lebih keras. Ia memperingatkan bahwa penanganan yang keliru atas isu Taiwan dapat memicu "benturan dan konflik" antara kedua kekuatan besar. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyatakan di X bahwa Xi menegaskan kepada Trump bahwa isu Taiwan adalah masalah terpenting dalam hubungan China-AS.

Pernyataan resmi Gedung Putih berfokus pada kerja sama perdagangan, pembelian produk pertanian AS, dan kesepakatan bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka. Trump juga secara resmi mengundang Xi untuk berkunjung ke Gedung Putih pada September mendatang.