![]() |
| Terminal batu bara di Balikpapan, Indonesia. | ADOBE STOCK |
Mongolia untuk pertama kalinya mengalahkan Indonesia sebagai pemasok batu bara terbesar ke China pada April 2026, mengungguli negara yang selama ini mendominasi pasar ekspor batu bara dunia.
Data General Administration of Customs China yang dirilis Rabu pekan ini mencatat Mongolia mengirimkan 11,33 juta metrik ton batu bara ke China sepanjang April, tipis di atas Indonesia yang menjual 11,12 juta ton, turun 22% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Melemahnya daya saing kargo Indonesia menjadi faktor utama pergeseran ini. Platform analitik maritim Signal Ocean menyebut bahwa output domestik yang lebih tinggi dan harga batu bara lokal yang lebih rendah di China telah mengikis daya tarik kargo Indonesia berkalori rendah (low-CV) di pasar pesisir negeri itu.
Berikut angka impor batu bara China dari empat pemasok utama pada April 2026:
Meski tersalip pada April, posisi Indonesia secara kumulatif masih jauh lebih kuat. Sepanjang Januari hingga April 2026, Indonesia tetap memimpin dengan 61,43 juta ton, hampir dua kali lipat pengiriman Mongolia yang mencapai 39,37 juta ton pada periode yang sama, meski turun 8% secara tahunan.
Mongolia di sisi lain mencatat pertumbuhan agresif. Pengiriman negeri itu melonjak 61% baik pada April maupun secara kumulatif empat bulan pertama tahun ini dibanding periode yang sama tahun lalu, didorong oleh posisi geografisnya yang berbatasan langsung dengan China.
Ketidakpastian di sisi kebijakan juga memantik kekhawatiran baru bagi industri batu bara Indonesia. Pemerintah pekan ini mengumumkan rencana sentralisasi ekspor batu bara dan sejumlah komoditas utama lain, termasuk minyak sawit, di bawah satu perusahaan milik negara. Rencana itu langsung mengguncang pasar, lantaran investor menilai kebijakan tersebut bertujuan memperkuat kendali pemerintah atas mekanisme penetapan harga.
Pelemahan Indonesia terjadi bersamaan dengan penurunan impor batu bara China secara keseluruhan. Total impor batu bara China pada April anjlok 14% secara tahunan menjadi 33,1 juta metrik ton, sementara akumulasi impor sepanjang tahun ini turun 2,1% menjadi 149,4 juta metrik ton.
Kondisi serupa dialami pemasok besar lain. Impor China dari Rusia turun 30% dan dari Australia terkoreksi 39% pada April, menunjukkan tekanan yang meluas di seluruh rantai pasokan batu bara global ke China.

0Komentar