Seorang pria memegang bendera Kuba selama protes yang menyerukan diakhirinya blokade AS terhadap Kuba di provinsi Cienfuegos, Kuba, pada 30 Mei 2021. | AFP/YAMIL LAGE

Havana meminta komunitas internasional turun tangan mencegah krisis kemanusiaan yang kian mengancam negara itu di tengah tekanan militer dan blokade energi dari Amerika Serikat.

Seruan itu disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez Parrilla di hadapan Dewan Keamanan PBB pada Selasa (26/5/2026). Rodriguez menegaskan bahwa situasi Kuba sudah tidak bisa diabaikan dunia.

"Saya menyerukan kepada komunitas internasional untuk memobilisasi diri guna mencegah bencana kemanusiaan yang dapat dipaksakan melalui senjata atau blokade bahan bakar," ujar Rodriguez.

Tekanan AS terhadap Kuba memantik kekhawatiran serius sejak Presiden Donald Trump secara terbuka mengisyaratkan rencana pengambilalihan negara komunis itu. Setelah operasi militer AS pada Januari yang menggulingkan Nicolas Maduro di Venezuela, Trump menyebut Havana bisa menjadi target berikutnya.

Situasi makin panas sepekan terakhir. Pemerintahan Trump mendakwa mantan Presiden Kuba Raul Castro atas penembakan jatuh dua pesawat kecil berbasis AS pada 1996. Langkah itu dibaca banyak pihak sebagai upaya mencari dalih untuk menggulingkan pemerintahan di Havana.

Sehari setelah pengumuman dakwaan, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mempertegas ancaman dengan menyatakan Washington kini berfokus penuh mengubah sistem komunis Kuba.

Rodriguez menepis seluruh tuduhan itu di forum PBB. Dakwaan terhadap Castro, katanya, murni bermotif politik dan tidak mencerminkan ancaman nyata dari Kuba terhadap AS.

"Itu adalah gagasan yang bertentangan dengan logika dan akal sehat. Biarkan Kuba hidup damai," kata Rodriguez kepada Dewan Keamanan.

Kuba memang sudah lama menanggung beban embargo perdagangan AS yang diberlakukan sejak Fidel Castro berkuasa pada 1959. Warga di sana terus menghadapi kelangkaan pangan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya, diperparah pemadaman listrik yang berulang secara nasional.

Kondisi itu kian berat setelah Trump memutus pasokan minyak dari Venezuela, sekutu utama Kuba, menyusul tumbangnya pemerintahan Maduro. Rodriguez menekankan solidaritas internasional bukan sekadar pilihan diplomatik.

"Sekarang seharusnya menjadi waktu bagi solidaritas dengan Kuba," tegasnya.