![]() |
| Tank-tank Israel. AP PHOTO/OHAD ZWIGENBERG |
Militer Israel menetapkan seluruh wilayah di selatan Sungai Zahrani, Lebanon selatan, sebagai zona tempur pada Rabu (27/5) waktu setempat. Area seluas sekitar 2.000 kilometer persegi itu kini berada dalam status operasi militer aktif seiring perluasan serangan Israel terhadap Hezbollah.
Dalam pernyataannya, militer Israel memperingatkan warga sipil untuk segera bergerak ke wilayah utara demi alasan keamanan. Pengumuman itu datang setelah gelombang serangan udara besar-besaran menghantam sejumlah wilayah di Lebanon dalam dua hari terakhir.
Menurut otoritas Lebanon, lebih dari 120 serangan udara dilancarkan Israel pada Selasa, menyasar wilayah selatan hingga timur Lebanon. Israel menyebut target operasi mencakup gudang senjata, pusat komando, dan pos pengamatan milik Hezbollah.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 31 orang tewas akibat serangan tersebut, termasuk empat anak-anak dan tiga perempuan. Sekitar 40 orang lainnya mengalami luka-luka.
Eskalasi itu menjadi salah satu serangan paling intens sejak gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat mulai berlaku pada 16 April lalu. Bentrokan antara Israel dan Hezbollah kembali meningkat sejak awal Maret dan terus meluas di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan operasi darat kini diperluas untuk memperkuat posisi militer Israel di wilayah perbatasan.
"IDF beroperasi dengan kekuatan signifikan di lapangan dan mengambil alih posisi-posisi yang dominan secara strategis. Kami memperkuat zona penyangga keamanan demi melindungi komunitas-komunitas di Israel utara," ujar Netanyahu dalam rapat Kabinet Keamanan yang disiarkan melalui video.
Militer Israel juga mengonfirmasi pasukannya bergerak melampaui zona penyangga yang sebelumnya mereka tetapkan di Lebanon selatan. Sejumlah pejabat Israel kepada The Times of Israel menyebut operasi itu sebagai "serangan bertarget berbasis intelijen" yang dilakukan hingga ke wilayah utara Sungai Litani.
Pasukan Israel sebelumnya diketahui menyeberangi Sungai Litani dalam operasi selama sepekan yang diumumkan pada 12 Mei.
Di lapangan, Hezbollah mengklaim telah terlibat bentrokan dengan pasukan Israel yang mendekati desa Zawtar al-Sharqiyah di Lebanon selatan. Kelompok itu menyebut serangan dilakukan menggunakan drone bersenjata, roket, dan artileri.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sedikitnya 608 orang tewas di Lebanon sejak gencatan senjata April mulai berlaku.
Perintah evakuasi terbaru Israel juga bertepatan dengan Idul Adha yang tahun ini jatuh pada Selasa di Lebanon. Media Turki, Anadolu Agency, melaporkan banyak keluarga di wilayah selatan tidak dapat merayakan hari raya bersama akibat gelombang pengungsian yang terus berlangsung.
Menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon, lebih dari 3.200 orang telah tewas sejak konflik antara Israel dan Hezbollah kembali pecah pada 2 Maret.
Pada Rabu (27/5), militer Israel menyatakan akan "beroperasi dengan kekuatan penuh" terhadap Hezbollah di zona tempur yang baru ditetapkan tersebut.

0Komentar