![]() |
| CLOUDE |
Pemerintahan Trump berencana meluncurkan program pembiayaan ekspor baru yang dirancang untuk mendorong perusahaan asing membeli teknologi kecerdasan buatan (AI) buatan Amerika Serikat. Program bernama ExportAI ini akan dijalankan melalui Bank Ekspor-Impor AS (U.S. Export-Import Bank/EXIM), dengan dukungan finansial bernilai miliaran dolar.
Dewan EXIM dijadwalkan memberikan suara untuk menyetujui rencana tersebut pada Kamis (21/5), sebagaimana dilaporkan Reuters yang memperoleh ringkasan satu halaman dokumen program tersebut.
Program ini secara teknis merupakan tindak lanjut perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada Juli lalu. Dukungan EXIM mencakup asuransi dan jaminan pinjaman untuk transaksi jangka menengah, serta pinjaman langsung dan jaminan pinjaman untuk kesepakatan jangka panjang.
Sebelum pembiayaan dapat disahkan, Departemen Perdagangan AS wajib terlebih dahulu menyetujui izin untuk teknologi AI sensitif, termasuk chip canggih seperti produksi Nvidia.
Dokumen program itu menyebut ExportAI sebagai langkah untuk memperkuat kepemimpinan AS di bidang AI. "Inisiatif ExportAI memperkuat kepemimpinan AI Amerika dengan memodernisasi instrumen pembiayaan EXIM dan mendukung ekspor teknologi AI AS yang terpercaya di berbagai industri masa depan," tulis dokumen tersebut.
Peluncuran ExportAI tidak lepas dari memanasnya persaingan teknologi antara Washington dan Beijing. Bulan lalu, perusahaan China DeepSeek merilis model AI gratis berbasis open source yang dioptimasi untuk chip buatan Huawei. Langkah itu memantik kekhawatiran di kalangan pendukung AI Amerika bahwa China tengah serius merebut pengaruh global, baik di sisi perangkat keras maupun perangkat lunak.
Model DeepSeek sendiri telah banyak digunakan selama setahun terakhir karena kemampuannya dinilai kompetitif dengan model-model dari AS, meski sejumlah perusahaan Amerika menuduh DeepSeek memanfaatkan teknologi mereka secara tidak langsung.
Pemerintahan Biden sebelumnya memilih jalur pembatasan dengan memblokir akses chip AI canggih buatan Nvidia dan AMD ke China serta sejumlah negara yang dianggap berisiko tinggi. Kekhawatirannya, chip tersebut bisa dialihkan ke China untuk kepentingan militer.
ExportAI menandai pergeseran pendekatan di bawah Trump. Alih-alih sekadar membatasi, Washington kini aktif mendorong adopsi teknologi AI-nya ke pasar luar negeri.
Belum ada informasi resmi mengenai negara atau perusahaan mana yang akan menjadi penerima manfaat pertama program ini.

0Komentar