![]() |
| Iron Beam, sebuah sistem pertahanan udara berbasis senjata laser energi tinggi (HELWS) yang dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Israel. IDF |
Israel secara diam-diam mengerahkan sistem pertahanan laser Iron Beam ke Uni Emirat Arab — bagian dari respons militer bersama terhadap gelombang serangan Iran yang terus menghantam kawasan Teluk sejak akhir Februari lalu.
Pengerahan ini dilaporkan Financial Times pada Kamis. Selain Iron Beam, Israel juga mengirimkan sistem pengawasan bernama spectro yang mampu mendeteksi drone Iran dari jarak hingga 20 kilometer, satu baterai Iron Dome, dan beberapa puluh personel IDF.
Iron Beam adalah laser berkekuatan 100 kilowatt buatan Rafael Advanced Defense Systems. Sistem ini baru resmi beroperasi dalam dinas militer Israel pada akhir 2025 dan tercatat pertama digunakan dalam pertempuran pada awal Maret — menangkal roket Hizbullah yang diluncurkan dari Lebanon.
Biaya per tembakan diklaim hanya US$2 hingga US$5, menjadikannya jauh lebih murah dibanding sistem intersepsi berbasis rudal.
Pengiriman Iron Dome ke UEA sendiri merupakan yang pertama kalinya sistem itu dikirim ke negara lain selain Amerika Serikat. Setelah tiba di Emirates, Iron Dome langsung bekerja mencegat puluhan rudal Iran, menurut seorang pejabat senior Israel kepada Axios.
"Jumlah pasukan di lapangan itu tidak sedikit," ujar seorang sumber yang mengetahui persoalan ini kepada Financial Times.
Skala serangan Iran terhadap UEA terbilang masif. Sejak Teheran melancarkan serangan balasan atas operasi gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026, lebih dari 550 rudal balistik dan jelajah serta lebih dari 2.200 drone telah menghantam atau diarahkan ke wilayah Emirat yang menjadikan UEA sebagai negara yang paling banyak menjadi sasaran dalam konflik ini, menurut data Kementerian Pertahanan UEA.
Pengerahan pasukan Israel ke UEA ini didahului oleh pembicaraan telepon antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Seorang pejabat regional menyebut kehadiran sistem senjata canggih Israel tersebut sebagai bukti nyata dari "nilai menjadi sahabat Israel."
Bersamaan dengan itu, Kementerian Luar Negeri UEA pada Rabu memberlakukan larangan perjalanan bagi warga negara Emirat yang hendak mengunjungi Iran, Lebanon, dan Irak. Pemerintah UEA merujuk pada "perkembangan terkini di kawasan" dan meminta warganya yang sudah berada di negara-negara tersebut untuk segera pulang.

0Komentar