![]() |
| Model stasiun luar angkasa China dipamerkan dalam Konferensi Desain Ibu Kota Dunia Shanghai 2023 pada 26 September 2023. Costfoto/NurPhoto |
China mengonfirmasi rencana memperluas stasiun luar angkasa Tiangong dengan menambah jumlah modul hingga dua kali lipat, dari tiga menjadi enam modul. Ekspansi ini akan mengubah konfigurasi stasiun dari bentuk huruf T menjadi menyerupai salib, dengan total massa diperkirakan mencapai 180 ton metrik.
Langkah tersebut datang ketika Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) mendekati akhir masa operasionalnya. NASA menargetkan penghentian ISS pada awal 2031, yang berpotensi menjadikan Tiangong sebagai satu-satunya fasilitas berawak aktif di orbit rendah Bumi.
Rencana pengembangan Tiangong mencakup penambahan modul keempat sebagai ekstensi dari modul inti Tianhe. Modul ini akan dipasang di port depan dan dilengkapi sejumlah pelabuhan docking untuk mengakomodasi dua laboratorium tambahan di masa depan.
Dengan konfigurasi tersebut, Tiangong akan mampu menampung hingga enam modul. Peluncuran komponen baru ini akan menggunakan roket Long March 5B, kendaraan peluncur terberat China yang mampu membawa lebih dari 22 ton ke orbit rendah.
Pengembangan teknis juga terus berlangsung. Sebuah pengajuan paten terbaru mengindikasikan adanya peningkatan pada roket tersebut untuk mengangkut perangkat stasiun yang lebih besar.
Meski belum ada jadwal resmi, peta jalan yang diperbarui pada 2023 memperkirakan proyek ekspansi mulai dijalankan sekitar 2027. Seorang desainer di China Academy of Launch Vehicle Technology menyebut misi ini “mungkin merupakan proyek stasiun luar angkasa paling berharga dalam sejarah ilmu pengetahuan”.
Membuka kerja sama internasional
Seiring ekspansi fisik, China juga memperluas partisipasi internasional dalam program luar angkasanya. China Manned Space Agency mengumumkan dua pilot Angkatan Udara Pakistan, Muhammad Zeeshan Ali dan Khurram Daud, telah dipilih sebagai astronaut cadangan.
Keduanya akan menjalani pelatihan di China, dengan salah satu di antaranya berpeluang menjadi astronaut asing pertama yang mengunjungi Tiangong sebagai spesialis muatan.
Selain itu, astronaut dari Hong Kong dan Makau yang tergabung dalam angkatan keempat astronaut China juga dijadwalkan menjalani misi pertama mereka paling cepat tahun ini.
Badan tersebut menyatakan akan terus mendorong kerja sama internasional, termasuk melalui proyek bersama dengan Kantor Urusan Luar Angkasa Perserikatan Bangsa-Bangsa.
ISS menuju akhir operasi
Di sisi lain, NASA tengah menyiapkan proses deorbit ISS menggunakan wahana khusus yang dikembangkan oleh SpaceX. Stasiun seberat sekitar 420 ton itu direncanakan diarahkan masuk kembali ke atmosfer secara terkendali di atas Samudra Pasifik Selatan.
Meski setelah diperluas Tiangong hanya memiliki massa kurang dari setengah ISS, kapasitas awaknya ditargetkan mencapai enam orang, mendekati kapasitas ISS yang mampu menampung hingga tujuh astronaut.
Agenda luar angkasa China dalam beberapa tahun ke depan juga terbilang padat. Pada 2026, negara itu menjadwalkan dua misi berawak Shenzhou, satu penerbangan kargo, misi lunar Chang’e-7, serta uji coba berbagai roket yang dapat digunakan kembali.
Ekspansi Tiangong menandai percepatan program luar angkasa China yang dalam lima tahun terakhir berkembang dari tahap konsep menjadi fasilitas hunian berkelanjutan di orbit.

0Komentar