![]() |
| Presiden Prabowo Subianto (tengah) memberikan keterangan pers usai meninjau Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) di Banyumas, Selasa (28/4/2026). | BAKOM RI |
Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia akan segera mencapai swasembada bahan bakar minyak (BBM) sehingga tidak lagi bergantung pada impor energi dari luar negeri. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat kunjungan kerja di Gorontalo, Sabtu, 9 Mei 2026.
Menurut Prabowo, kemampuan memenuhi kebutuhan energi sendiri menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemandirian nasional di sektor pangan dan energi.
“Sebentar lagi kita swasembada BBM. Kita tidak akan impor BBM lagi, saudara-saudara,” kata Prabowo seperti disiarkan Sekretariat Presiden.
Pernyataan itu disampaikan setelah Prabowo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina. Dari Filipina, ia melanjutkan perjalanan ke Pulau Miangas sebelum bertolak ke Gorontalo.
Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung besarnya sumber daya alam Indonesia yang menurut dia harus dikelola langsung oleh bangsa sendiri. Ia mengatakan pemerintah tidak boleh membiarkan kekayaan nasional dikuasai pihak asing akibat lemahnya tata kelola atau kepemimpinan.
“Kalau kita malas, kalau pemimpin-pemimpinnya tidak jujur atau seenaknya, maka kekayaan kita akan diambil oleh bangsa-bangsa lain, saudara-saudara,” ujarnya.
Prabowo juga menyoroti sektor perikanan. Ia mengatakan pemerintah ingin hasil laut Indonesia dimanfaatkan oleh nelayan domestik, bukan kapal asing. “Kita ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita. Kita ingin rakyat kita yang mengambil,” tutur mantan menteri pertahanan itu.
Di hadapan warga, Prabowo turut mengaitkan posisi Indonesia di kawasan Asia Tenggara dengan capaian pangan nasional. Ia mengklaim Indonesia kini semakin diperhitungkan di ASEAN karena mampu meningkatkan produksi pangan dalam negeri. “Kita sangat dihormati karena kita sekarang sudah swasembada pangan,” kata dia.
Prabowo menyebut sejumlah komoditas yang menurutnya telah mencapai swasembada, termasuk beras dan jagung. “Swasembada banyak sekali kita. Kita sekarang tidak perlu impor lagi pangan dari luar,” ujarnya.
Pemerintah sejak awal pemerintahan Prabowo menempatkan swasembada pangan dan energi sebagai salah satu agenda utama. Target itu dijalankan melalui peningkatan produksi domestik, pembangunan infrastruktur energi, serta penguatan sektor pertanian dan perikanan nasional.

0Komentar