Sebuah pesawat tanker militer Amerika Serikat dilaporkan hilang dari pelacakan publik setelah memancarkan sinyal darurat saat terbang di atas Selat Hormuz, Selasa. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari otoritas militer AS maupun pihak terkait mengenai status pesawat tersebut.
Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat jenis KC-135R Stratotanker itu lepas landas dari Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab dan beroperasi di atas Teluk Persia. Pesawat sempat mengirimkan kode darurat umum 7700—indikasi adanya situasi genting di udara—sebelum menghilang dari sistem pelacakan publik seperti yang tercatat oleh Flightradar24.
Sebelum sinyalnya hilang, pesawat terlihat terbang dalam pola melingkar di udara, lalu menurunkan ketinggian dan mengubah arah menuju Qatar. Sinyal transpondernya kemudian lenyap saat memasuki wilayah udara negara tersebut, menurut data yang dikutip NDTV.
Tak lama setelah itu, dua helikopter utilitas ringan H125 dilaporkan lepas landas dari Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Pergerakan ini disebut-sebut mengindikasikan kemungkinan adanya operasi pencarian dan penyelamatan, sebagaimana dilaporkan The Deep Dive.
Pada waktu yang hampir bersamaan, laporan intelijen sumber terbuka mencatat adanya aktivitas gangguan elektronik di kawasan Selat Hormuz, termasuk jamming dan spoofing GPS. Gangguan semacam ini dapat memengaruhi sistem navigasi dan komunikasi pesawat, meski belum ada konfirmasi apakah faktor tersebut terkait langsung dengan insiden.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. Sehari sebelumnya, Iran memperingatkan Amerika Serikat agar tidak memasuki Selat Hormuz, jalur strategis yang sejak akhir Februari disebut berada di bawah kendali Teheran. Pada 4 Mei, Presiden Donald Trump meluncurkan Operasi Project Freedom untuk mengawal kapal-kapal komersial yang melintasi jalur tersebut.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dunia melalui laut. Lalu lintas kapal di kawasan ini dilaporkan anjlok lebih dari 90% sejak konflik meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Di tengah situasi itu, laporan lain menyebut sebuah pesawat tanker AS jenis KC-46A Pegasus juga sempat memancarkan kode darurat 7700 saat melintasi wilayah udara Arab Saudi dalam perjalanan menuju Israel, menurut kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency.
Belum ada keterangan resmi dari Komando Pusat AS (CENTCOM), Angkatan Udara AS, maupun otoritas Qatar terkait insiden hilangnya KC-135R tersebut. Kantor berita Iran, termasuk Fars dan Tasnim, turut melaporkan kejadian ini dengan mengutip data pelacakan penerbangan, tanpa menyebut keterlibatan langsung pihak Teheran.
Peristiwa ini juga terjadi beberapa pekan setelah insiden tabrakan udara antara dua pesawat tanker KC-135 di atas Irak barat pada 12 Maret dalam Operasi Epic Fury, yang menewaskan enam awak di salah satu pesawat.
Dalam analisis pascainsiden, sejumlah pengamat pertahanan menyoroti keterbatasan sistem komunikasi aman pada armada KC-135, terutama saat beroperasi di wilayah dengan ancaman tinggi.

0Komentar