Menteri Pertahanan Pete Hegseth berbicara kepada anggota media selama konferensi pers di Pentagon di Washington, Rabu, 8 April 2026. | AP PHOTO/MANURL BALCE CENETA

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth meminta negara-negara sekutu Washington di Asia meningkatkan belanja pertahanan untuk menghadapi meningkatnya kekuatan militer China. Seruan itu disampaikan dalam forum keamanan regional Shangri-La Dialogue di Singapura, Sabtu (30/5).

Hegseth menilai penguatan kemampuan pertahanan negara-negara mitra menjadi bagian penting dari upaya menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan Indo-Pasifik. Menurut dia, jaringan sekutu yang lebih kuat dan mandiri diperlukan untuk mencegah potensi agresi serta menjaga stabilitas regional.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian AS terhadap modernisasi militer China yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Washington berulang kali menyuarakan kekhawatiran atas ekspansi kemampuan militer Beijing dan aktivitasnya di berbagai wilayah strategis Asia.

Dalam pidatonya, Hegseth mengatakan terdapat alasan yang kuat bagi negara-negara kawasan untuk mencermati perkembangan tersebut.

"Ada kekhawatiran yang beralasan mengenai peningkatan militer China yang bersejarah dan perluasan aktivitas militernya di kawasan ini dan sekitarnya," kata Hegseth di hadapan para pejabat pertahanan, perwira militer, dan diplomat yang menghadiri forum tersebut.

Ia menegaskan bahwa AS tidak menginginkan satu negara mendominasi kawasan Indo-Pasifik. Menurutnya, keseimbangan kekuatan regional harus tetap terjaga agar keamanan dan kemakmuran negara-negara di kawasan tidak terganggu.

"Pasifik yang didominasi oleh hegemon mana pun akan mengacaukan keseimbangan kekuatan regional," ujarnya. "Tidak ada negara, termasuk China, yang dapat memaksakan hegemoni dan mempertanyakan keamanan atau kemakmuran bangsa kita dan sekutu kita."

Hegseth juga menyebut AS mengharapkan sekutu dan mitranya di Asia meningkatkan anggaran pertahanan hingga 3,5% dari produk domestik bruto (PDB). Seruan itu disampaikan bersamaan dengan komitmen Washington untuk menginvestasikan sekitar US$1,5 triliun bagi kebutuhan militernya sendiri.

Meski menyoroti tantangan dari China, Hegseth menekankan bahwa tujuan utama AS adalah menjaga stabilitas kawasan, bukan mendorong eskalasi ketegangan.

"Apa yang mereka inginkan, dan apa yang diberikan Amerika Serikat, adalah kekuatan yang disiplin, tekad yang teguh, dan kepemimpinan yang cukup percaya diri untuk berbicara dan bertindak dengan lembut sambil membawa tongkat besar," tuturnya.

Pada saat yang sama, Hegseth menggambarkan hubungan AS dan China berada dalam kondisi yang lebih baik dibanding beberapa tahun terakhir. Ia mengatakan komunikasi antara militer kedua negara kini berlangsung lebih sering dan membantu mengelola berbagai ketegangan yang muncul.

"Kami lebih sering bertemu dengan rekan-rekan kami dari China dengan menjaga jalur komunikasi militer-ke-militer yang terbuka," tandasnya.