Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara kepada media selama konferensi pers di akhir Dewan Eropa Khusus untuk membahas dukungan berkelanjutan bagi Ukraina dan pertahanan Eropa di markas besar Uni Eropa di Brussels pada 6 Maret 2025. LUDOVIC MARIN / AFP

Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak Uni Eropa menyiapkan respons keras terhadap ancaman kenaikan tarif impor kendaraan oleh Donald Trump. Ia meminta blok tersebut mengaktifkan instrumen anti-pemaksaan—kebijakan perdagangan paling agresif yang dimiliki UE—jika Washington benar-benar menaikkan tarif hingga 25%.

Pernyataan itu disampaikan Macron saat kunjungan ke Armenia, di tengah memanasnya kembali ketegangan dagang transatlantik. Ancaman tarif terbaru dari Trump dinilai berpotensi mengganggu stabilitas hubungan ekonomi antara dua sekutu utama tersebut.

Langkah ini muncul setelah Trump pada 1 Mei mengumumkan rencana menaikkan tarif mobil dan truk asal Eropa dari 15% menjadi 25% dalam waktu dekat. 

Ia menuding Brussel tidak mematuhi kesepakatan perdagangan yang dicapai sebelumnya, dikenal sebagai Perjanjian Turnberry. Dalam kesepakatan itu, AS memangkas tarif kendaraan Eropa ke 15%, sementara UE berkomitmen menyesuaikan bea masuk serta membuka ruang kerja sama energi dan investasi.

Macron menilai ancaman tersebut sebagai bentuk tekanan sepihak. Ia menegaskan bahwa UE telah memiliki perangkat hukum untuk merespons jika kesepakatan dilanggar.

"UE telah membekali diri dengan instrumen-instrumen yang harus diaktifkan," kata Macron, sembari mengkritik apa yang ia sebut sebagai "ancaman destabilisasi" dari Trump.

Di Brussel, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan posisi serupa. Ia menyatakan bahwa kesepakatan yang telah dicapai tetap berlaku dan harus dihormati semua pihak.

"Kesepakatan adalah kesepakatan, dan kami memiliki kesepakatan," ujar von der Leyen usai pertemuan UE-Armenia. Ia menambahkan bahwa Uni Eropa "siap menghadapi segala skenario."

Komisi Eropa juga menyebut bahwa implementasi komitmen tarif dari pihak UE sudah mendekati tahap akhir, sambil menuding Washington belum sepenuhnya menjalankan bagian yang menjadi tanggung jawabnya.

Di tengah eskalasi ini, pembicaraan tetap berlangsung. Kepala perdagangan UE Maros Sefcovic bertemu dengan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer di Paris dalam forum tingkat menteri G7. Namun, perbedaan pandangan masih mencolok.

Greer sebelumnya mengatakan kepada CNBC bahwa Brussel belum melakukan perubahan signifikan terhadap tarif maupun regulasi sesuai kesepakatan.

Instrumen anti-pemaksaan yang kini didorong Macron diadopsi UE pada 2023, namun belum pernah digunakan. Kebijakan ini memungkinkan pembatasan akses perusahaan asing ke pasar tunggal UE yang mencakup sekitar 450 juta konsumen, termasuk pelarangan ikut tender publik dan pembatasan investasi langsung.

Pengaktifannya membutuhkan proses setidaknya enam bulan dan selama ini memicu perdebatan internal di antara negara anggota. Prancis menjadi salah satu pendukung paling vokal, sementara sejumlah negara lain masih berhati-hati terhadap potensi eskalasi konflik dagang dengan AS.