Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan Menteri Pertahanan China Dong Jun menghadiri pertemuan bilateral. | DOD/CHAD J. MCNEELEY/HANDOUT VIA REUTERS

Kementerian Pertahanan China mengisyaratkan kesiapan untuk memperdalam hubungan militer dengan Amerika Serikat, beberapa hari setelah Presiden Donald Trump merampungkan kunjungan kenegaraan ke Beijing pada 13–15 Mei.

Juru bicara Senior Kolonel Jiang Bin menyampaikan pernyataan itu dalam konferensi pers di Beijing sebagai respons atas pertanyaan media soal hasil KTT Trump-Xi. 

Menurut Xinhua, Jiang menegaskan bahwa China "siap bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk mendorong perkembangan yang stabil dan jangka panjang dari hubungan militer-ke-militer yang stabil dan positif."

China Daily merangkum pernyataan Jiang sebagai indikasi bahwa militer China "bersedia bekerja sama dengan AS untuk meningkatkan dialog dan mengelola perbedaan, demi kebaikan perdamaian dunia."

Kunjungan Trump ke Beijing merupakan kunjungan kenegaraan pertama AS ke China sejak 2017. CNBC menyebut pertemuan puncak itu "sangat berkontribusi dalam memperkuat perjanjian perdagangan yang rentan dengan Beijing dan meningkatkan hubungan bilateral." Selama dua hari, Trump dan Xi membahas sejumlah isu besar, termasuk perdagangan, perang di Iran, Taiwan, dan kecerdasan buatan.

Dalam pertemuan itu, Xi memperingatkan Trump bahwa penanganan yang keliru atas isu Taiwan bisa menempatkan hubungan AS-China dalam "bahaya besar."

Trump merespons dengan menyatakan akan "mengambil keputusan" soal rencana penjualan senjata ke Taiwan senilai sekitar US$14 miliar. Kepada para reporter di atas Air Force One, ia berujar bahwa "hal terakhir yang kita butuhkan saat ini adalah konflik yang berjarak 9.500 mil."

Sinyal dari Beijing itu sejalan dengan arah kebijakan Washington. Strategi Pertahanan Nasional 2026 dari Departemen Perang AS, yang terbit awal tahun ini, menekankan "lebih banyak komunikasi dan lebih sedikit konfrontasi dengan Beijing" sebagai upaya meredam risiko eskalasi di Indo-Pasifik.

Kedua pemimpin juga sepakat bertemu kembali. Trump mengundang Xi ke Amerika Serikat pada 24 September, sebelum berakhirnya gencatan senjata perdagangan satu tahun pada Oktober mendatang. Para pejabat dari kedua negara menyebut bahwa keduanya berpotensi bertemu hingga empat kali sepanjang 2026, termasuk di sela-sela KTT G20.