![]() |
| Vladimir Zelenskyy, Presiden Ukraina. | OFFICE OF THE PRESIDENCE—UKRAINE |
Presiden Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina kini telah mencapai titik balik dalam industri pertahanan dengan kemampuan memproduksi persenjataan yang sanggup menjangkau wilayah Rusia.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah negara tersebut, Kyiv mengeklaim memiliki kekuatan mandiri untuk bertahan sekaligus melancarkan serangan balasan jauh ke wilayah lawan tanpa bergantung sepenuhnya pada pasokan pihak luar.
Transformasi militer ini terjadi di tengah perang skala penuh yang telah berlangsung selama empat tahun. Jika pada masa pasca-Soviet aset militer Ukraina kerap dijual dengan harga murah, kini Kyiv memosisikan diri sebagai eksportir teknologi keamanan yang telah teruji di medan tempur.
Dominasi teknologi drone
Loncatan teknologi paling signifikan terlihat pada penggunaan sistem robotik dan pesawat tanpa awak (drone). Dalam peringatan Hari Pembuat Senjata Ukraina, Zelenskyy mengungkapkan bahwa industri domestik kini mampu memproduksi jutaan drone setiap tahunnya. Efektivitas teknologi ini terbukti dalam operasi terbaru di mana posisi musuh berhasil dikuasai sepenuhnya oleh drone dan platform darat tanpa awak.
"Para penjajah menyerah, dan operasi ini dilaksanakan tanpa infanteri dan tanpa korban di pihak kami," ujar Zelenskyy melalui keterangan resmi di situs kepresidenan.
Selain di darat, jangkauan serangan udara Ukraina juga meluas hingga 1.750 kilometer dari perbatasan. Kemampuan ini didukung oleh pengembangan berbagai sistem rudal buatan dalam negeri seperti Flamingo, Ruta, Peklo, Neptune, Palianytsia, dan Vilkha.
Le Monde melaporkan bahwa pada Maret lalu, intensitas serangan mendalam Ukraina ke wilayah Rusia untuk pertama kalinya melampaui serangan serupa yang dilakukan Moskwa.
Ekspansi kemitraan global
Keberhasilan di medan perang memantik minat negara-negara di Timur Tengah dan Teluk terhadap alutsista Ukraina. Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Qatar tercatat telah menjalin kerja sama untuk solusi pertahanan udara terpadu guna menangkal ancaman drone.
Investasi yang masuk melalui kemitraan ini memiliki nilai yang sangat besar. The Wall Street Journal menyebutkan bahwa kontrak kerja sama pertahanan selama 10 tahun dengan Arab Saudi dan Qatar mencakup produksi bersama dan pembangunan pabrik senilai miliaran dolar.
Zelenskyy menegaskan bahwa yang ditawarkan Ukraina saat ini bukan sekadar penjualan senjata, melainkan kemitraan keamanan jangka panjang.
"Ukraina harus menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem keamanan Eropa, atau sebagian negara di Eropa berisiko menjadi bagian dari 'dunia Rusia'," tambah Zelenskyy.
Ukraina juga mulai menawarkan keahlian keamanan maritim berdasarkan pengalaman mereka menghadapi armada Rusia di Laut Hitam. Kyiv menilai pengalaman nyata mereka dalam mengatasi ranjau laut dan serangan udara jauh lebih relevan dibandingkan teori keamanan maritim yang selama ini dibicarakan di wilayah seperti Selat Hormuz. Saat ini, pembicaraan mengenai sistem pertahanan udara bersama dengan mitra-mitra Eropa juga dijadwalkan mulai bergulir pekan ini.

0Komentar