![]() |
| Pemimpin KMT Cheng Li-wun, depan tangga, tiba di Shanghai, China, 7 April 2026. KMT |
Presiden China Xi Jinping menerima Ketua Partai Kuomintang (KMT) Taiwan, Cheng Li-wun, di Balai Agung Rakyat, Beijing, Jumat. Pertemuan ini menjadi yang pertama dalam hampir satu dekade antara pemimpin KMT yang masih menjabat dengan kepala Partai Komunis China, sekaligus menandai upaya terbaru meredakan ketegangan di Selat Taiwan.
Pertemuan tersebut merupakan puncak dari kunjungan enam hari Cheng ke China yang ia sebut sebagai “perjalanan perdamaian”. Dalam pertemuan itu, Xi menekankan pentingnya menjaga stabilitas hubungan lintas selat serta mendorong kerja sama damai.
Mengutip laporan BBC berdasarkan media pemerintah China, Xi menyatakan bahwa komunikasi antara kedua partai memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan.
“Para pemimpin kedua partai kita bertemu hari ini untuk menjaga perdamaian dan stabilitas hubungan lintas selat serta mendorong pembangunan yang damai,” ujarnya.
Ia juga menegaskan kesiapan Beijing untuk mempererat hubungan dengan KMT atas dasar penentangan terhadap kemerdekaan Taiwan.
Kunjungan Cheng dimulai di Shanghai pada 7 April sebelum berlanjut ke Nanjing, tempat ia meletakkan karangan bunga di makam Sun Yat-sen, tokoh yang dihormati baik oleh KMT maupun Partai Komunis China.
Saat berbicara di Pelabuhan Yangshan, Shanghai, Cheng menyampaikan pesan simbolis mengenai perdamaian.
“Yang seharusnya terbang di langit adalah burung, bukan rudal. Yang seharusnya berenang di air adalah ikan, bukan kapal perang,” katanya, mengutip puisi dari era Perang Dunia Pertama.
Pertemuan ini berlangsung di tengah dinamika geopolitik yang sensitif, termasuk rencana pertemuan puncak antara Xi dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Mei mendatang.
Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa di Taiwan mengecam keras kunjungan tersebut. Anggota legislatif DPP, Michelle Lin, menilai bahwa pendekatan Beijing tidak sejalan dengan situasi keamanan di lapangan.
“Cheng Li-wun sudah dua hari dalam perjalanannya, namun komunis China masih menodongkan pisau ke tenggorokan Taiwan,” tulisnya di Facebook.
Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan bahwa enam pesawat militer China dan delapan kapal perang terdeteksi beroperasi di sekitar pulau itu dalam 24 jam sebelum pertemuan berlangsung.
DPP mendesak Cheng untuk menekan Beijing agar menghentikan aktivitas militer tersebut serta menegaskan bahwa dialog seharusnya dilakukan dengan pemerintah Taiwan yang dipilih secara demokratis.
Cheng, yang menjabat sebagai ketua KMT sejak tahun lalu, berupaya memposisikan dirinya sebagai jembatan komunikasi antara Taipei dan Beijing. Sebelum keberangkatannya, ia menyatakan bahwa Taiwan dan China “tidak ditakdirkan untuk berkonflik”.
Meski demikian, kunjungan ini juga memicu perdebatan di dalam tubuh KMT sendiri. Sejumlah pengkritik menilai agenda perjalanan sebagian besar ditentukan oleh Beijing dan akses media selama kunjungan dibatasi secara ketat.
Presiden Taiwan Lai Ching-te, yang hingga kini enggan diajak berdialog oleh Beijing karena dianggap memiliki sikap “separatis”, menyatakan tetap terbuka untuk komunikasi lintas selat. Ia menegaskan bahwa masa depan Taiwan hanya dapat ditentukan oleh rakyatnya sendiri.

0Komentar