Donald Trum, Presiden Amerika Serikat. | WHITE HOUSE

Presiden Donald Trump mengklaim Israel akan menghentikan operasi militernya terhadap Iran atas perintahnya, di tengah konflik yang telah berlangsung lima pekan dan terus memanas di kawasan Teluk.

Dalam wawancara dengan majalah TIME, Trump menyatakan memiliki kendali langsung atas langkah Israel. Ia menyebut hubungan kedua negara sebagai kemitraan yang patuh pada arah kebijakan Washington.

"Mereka akan melakukan apa yang saya perintahkan," kata Trump. "Mereka telah menjadi rekan tim yang baik. Mereka akan berhenti saat saya menghentikannya. Mereka akan berhenti kecuali mereka diprovokasi, dalam hal itu, mereka tidak punya pilihan, tapi mereka akan berhenti saat saya menghentikannya."

Pernyataan itu muncul hanya beberapa jam setelah Trump mengisyaratkan eskalasi baru melalui unggahan di platform Truth Social, termasuk ancaman terhadap infrastruktur Iran. 

Ia menulis bahwa militer AS belum sepenuhnya mengerahkan kekuatan dan menyebut target berikutnya mencakup jembatan serta pembangkit listrik.

Sehari sebelumnya, dalam pidato nasional, Trump menyebut “sasaran strategis inti” dari Operasi Epic Fury hampir tercapai. Namun ia memperingatkan serangan lanjutan terhadap Iran akan berlangsung dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

"Kami akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu, tempat yang seharusnya mereka tempati," ujarnya.

Kampanye militer ini dipromosikan oleh Pentagon sebagai keberhasilan signifikan. Militer AS mengklaim telah melumpuhkan 90% kapasitas rudal Iran, menetralkan sekitar 70% peluncurnya, serta menghancurkan lebih dari 150 kapal angkatan laut sejak operasi dimulai pada 28 Februari.

Perbedaan angka kerusakan

Penilaian berbeda muncul dari komunitas intelijen. Laporan CNN mengutip sumber yang menyebut hampir separuh peluncur rudal Iran masih beroperasi, sementara ribuan drone serangan tetap tersedia.

Temuan Reuters pada akhir Maret juga menunjukkan AS baru dapat mengonfirmasi penghancuran sekitar sepertiga arsenal rudal Iran. Status sepertiga lainnya belum jelas.

Militer Israel mengklaim telah menghancurkan 75% peluncur rudal Iran—angka yang melampaui estimasi intelijen AS.

"Mereka masih sangat siap untuk melepaskan kehancuran total di seluruh kawasan," kata salah satu sumber intelijen kepada CNN.

Biaya perang membesar

Di dalam negeri, Gedung Putih dilaporkan mulai menghadapi tekanan politik dan ekonomi. Harga bensin melampaui US$4 per galon, sementara pasar saham melemah.

Survei internal yang dilakukan pollster Trump, Tony Fabrizio, menunjukkan dukungan publik terhadap perang semakin menurun. Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles disebut mendorong pejabat untuk lebih terbuka menyampaikan risiko konflik kepada presiden.

Iran merespons dengan ancaman serangan yang disebut akan lebih luas dan destruktif. Serangan di kawasan Teluk Persia terus berlangsung, menandai eskalasi yang belum mereda.

Mengutip Associated Press, konflik ini telah menewaskan lebih dari 3.000 orang di seluruh kawasan.