Idemitsu Maru, kapal tanker minyak raksasa milik perusahaan Jepang, Idemitsu Tanker. MARINE TRAFFIC


Sebuah kapal tanker raksasa terkait Jepang yang membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah Arab Saudi mencoba menembus Selat Hormuz, di tengah kondisi jalur energi itu yang nyaris tertutup sejak pecahnya konflik Amerika Serikat–Iran hampir dua bulan terakhir.

Kapal very large crude carrier (VLCC) Idemitsu Maru terpantau melintas pada Senin (27/4) mengikuti koridor pelayaran baru yang ditetapkan Iran. 

Data pelacakan kapal yang disorot kolumnis Bloomberg Javier Blas menunjukkan kapal itu bergerak bersama tanker Jepang lainnya, Starway, yang dilaporkan memperoleh izin dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Lalu lintas nyaris terhenti

Upaya ini berlangsung saat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz turun drastis. Reuters mencatat hanya tujuh kapal yang melintas dalam 24 jam terakhir, sebagian besar kapal kargo kering. Dalam beberapa hari terakhir, volume lalu lintas tetap minim.

Bloomberg menggambarkan kondisi selat tersebut sebagai “praktis tertutup bagi pelayaran internasional” akibat pembatasan dari dua pihak sekaligus. Iran dan armada laut AS sama-sama memperketat kontrol di jalur itu.

Penutupan oleh Iran dilakukan sebagai respons atas serangan AS-Israel pada 28 Februari yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Sejak pertengahan April, AS juga memberlakukan blokade yang menargetkan ekspor minyak Iran. Situasi ini menciptakan tekanan ganda pada salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia.

Di lapangan, ketegangan meningkat. Kapal patroli Iran dilaporkan menembaki kapal dagang, sementara pasukan AS menyita sejumlah tanker. Kondisi ini membuat banyak operator pelayaran memilih menahan kapal mereka di luar zona risiko.

Jalur energi Jepang tertekan

Bagi Jepang, situasi ini berdampak langsung. Sekitar 95% impor minyak negara itu berasal dari Timur Tengah, dengan hampir 90% biasanya melewati Selat Hormuz.

Sejak konflik pecah, puluhan kapal berbendera Jepang tertahan di kawasan Teluk Persia. Beberapa kapal LPG dan LNG sempat melintas pada awal April dengan persetujuan Iran, namun kapal pengangkut minyak mentah seperti Idemitsu Maru menjadi salah satu yang pertama mencoba jalur tersebut kembali.

Di tengah pembatasan ini, satu kapal LNG, Mubaraz, yang dikelola Uni Emirat Arab, berhasil keluar dari Teluk Persia setelah memuat kargo di fasilitas Das Island milik Abu Dhabi National Oil Company. Kapal itu terpantau melewati selatan India pada Minggu menuju China, menjadi pengiriman LNG pertama yang menembus jalur tersebut sejak konflik dimulai.

Pemerintah Jepang mulai mempercepat diversifikasi rute pasokan. Minyak dari Arab Saudi kini juga dikirim melalui jaringan pipa menuju Laut Merah, sementara pasokan dari AS dialihkan lewat Terusan Panama.

Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan Jepang menargetkan lebih dari separuh impor minyaknya dapat dialihkan ke rute non-Hormuz mulai Mei.