Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Bapak Sergei Tolchenov beserta jajaran di kantor @Kemenkoinfra pada Senin(16/6/2025). 


Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, menegaskan Moskwa tidak menerapkan skema diskon dalam penjualan minyak saat ini. Harga bahkan disebut berpotensi berada di atas pasar seiring perubahan kondisi geopolitik dan meningkatnya daya tawar energi.

Pernyataan itu disampaikan Sergei dengan merujuk pada sikap Wakil Perdana Menteri Rusia bidang energi, Alexander Novak, terkait arah kerja sama energi Rusia dengan berbagai negara, termasuk Indonesia.

Sergei menjelaskan, situasi pasar energi global telah berubah dibandingkan beberapa tahun lalu. Pada 2022, Rusia sempat memberikan potongan harga besar setelah dijatuhi sanksi oleh negara-negara Barat akibat konflik di Ukraina. Kebijakan itu diambil untuk menjaga aliran ekspor di tengah tekanan pasar.

Kini, menurut dia, kondisi tersebut berbalik. Permintaan terhadap minyak Rusia meningkat, termasuk dari negara-negara yang sebelumnya tidak menjadi pembeli utama.

"Wakil Perdana Menteri Pak Novak yang menangani kerja sama energi mengatakan, 'tidak ada diskon sekarang. Ini terkadang bahkan ada harga premium (lebih tinggi)," kata Sergei saat ditemui di Kantor Radio Sonora, Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Ia menyebut banyak negara kini berharap memperoleh “harga kawan” dari Rusia. Namun, konsep tersebut ditegaskan tidak berlaku dalam praktik bisnis energi.

Sergei menekankan, penjualan minyak Rusia tidak dilakukan secara langsung oleh pemerintah, melainkan melalui mekanisme business to business (B2B) antarperusahaan. Dalam skema itu, harga ditentukan oleh dinamika pasar dan negosiasi komersial.

"Ini adalah ekonomi pasar, tidak ada teman dalam bisnis," ujarnya.

Dalam konteks hubungan dengan Indonesia, Sergei memastikan Rusia membuka peluang kerja sama energi. Pemerintah Rusia disebut telah memberikan sinyal positif kepada perusahaan-perusahaan energi nasional untuk melayani permintaan dari negara mitra.

Presiden Rusia Vladimir Putin, kata dia, juga mendorong perusahaan minyak Rusia untuk siap memenuhi kontrak jangka panjang, termasuk dengan negara-negara Barat jika ada kesepakatan bisnis.

"Jika mereka serius, jika mereka ingin memiliki kontrak jangka panjang dan membeli minyak usia, bahkan untuk mereka (negara barat) pun kami siap menyediakan. Itu bukan masalah, kami adalah pemasok sumber daya yang sangat bertanggung jawab dan berkelanjutan," ucapnya.